TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga Noldy Pratasis, seorang petani asal desa di Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) kembali diliputi kebahagiaan dan rasa syukur.
Setelah putra pertamanya, Kingin Pratasis, menyandang gelar Sarjana Teknik dari Universitas Trisakti pada Rabu (6/5/2026).
Kini giliran putra kedua, Rizky Pratasis, yang berhasil lulus sebagai sarjana di Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara (Untar) pada Jumat (16/5/2026).
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita dan pendidikan tinggi.
Dengan semangat pantang menyerah serta dukungan keluarga, keduanya mampu menyelesaikan studi hingga meraih gelar sarjana.
Perjuangan mereka tidaklah mudah.
Berasal dari keluarga petani sederhana di Minsel, kedua mahasiswa ini harus berjuang menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan di ibu kota.
Keberhasilan Rizky menambah daftar prestasi keluarga petani asal Minsel ini di bidang pendidikan tinggi.
Perjalanan Rizky menempuh kuliah tidak lepas dari kerja keras orang tuanya yang bertani untuk membiayai pendidikan kedua anaknya.
Meski dengan keterbatasan, Noldy dan keluarga tetap berkomitmen agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik.
Untar sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Indonesia.
Kampus yang berlokasi di Jakarta Barat ini masuk dalam jajaran 10 besar PTS nasional versi pemeringkatan nasional, diakui secara internasional melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE), serta menyandang akreditasi “Unggul” dari BAN-PT.
“Saya bersyukur kepada Tuhan. Sebagai orang tua petani, saya hanya ingin anak-anak saya bisa sekolah setinggi-tingginya. Semoga ini jadi motivasi bagi anak-anak Minsel lainnya untuk tidak takut bermimpi,” ucap Noldy, saat dihubungi Tribun Manado, Sabtu (16/5/2026).
Sementara itu, Rizky pun tak luput dari rasa bahagianya, dirinya menuturkan, pencapaian ini tak lepas dari doa orang tuanya.
“Saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan studi di Untar. Ini semua berkat doa dan kerja keras orang tua saya yang tidak pernah lelah mendukung saya," kata Rizky.
Rizky Pratasis pun berterimakasih atas pengorbanan orang tuanya.
"Papa Noldy, Mama Restiana Yusuf, terima kasih untuk semua pengorbanan yang tidak pernah bisa saya balas. Papa dan Mama merupakan figur yang penting dalam pencapaian saya sampai saat ini,” tuturnya.
Ungkap Rizky, pencapaian ini juga dipersembahkan untuk almarhum ibu.
"Dan terakhir, gelar ini saya persembahkan kepada almarhum ibu saya mama Selviana Demena di surga.
Lanjut dia, mama mungkin sudah tidak ada di sini secara fisik, tetapi setiap langkah selama kuliah selalu merasakan dukungan dan semangat mama.
"Saya tahu Mama pasti bangga melihat saya bisa sampai di titik ini," tutur Rizky.
Tak lupa dirinya juga mengajak anak muda di Minsel dan Sulawesi Utara untuk terus semangat kuliah dan belajar.
"Jangan merasa minder karena berasal dari desa. Kalau kita mau berusaha dan tidak menyerah, pasti ada jalan," pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Fer)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK