Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Jamaah Haji Aceh yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 8 membawa ‘bungong jaroe’ dari Aceh untuk Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu atau Syaikh Baltu selaku Nazhir wakaf Baitul Asyi.
Oleh-oleh yang diberikan itu berupa kopi Aceh, Ija Krong, dan makanan khas Tanah Rencong lainnya.
Pada Jumat (15/5/2026) sore, bertempat di di Pemondokan Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel di Jarwal Mekkah, para jamaah yang tergabung dalam Kloter 8 menerima dana wakaf Baitul Asyi.
Dana yang diterima sebesar 2.000 riyal atau jika di kurs ke Rupiah maka sebesar Rp 9,2 juta.
Syukur dan penuh kegembiraan menghiasi wajah jamaah haji saat menerima dana wakaf tersebut.
Usai penyerahan dana wakaf, jamaah Kloter 8 Aceh yang diwakili Ketua Kloter 8 BTJ Aceh, H Khalid Wardana, SAg, MSi langsung menyerahkan kopi dan makanan kepada Syaikh Baltu.
Jamaah Kloter 8 BTJ Aceh yang berasal dari Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues tiba di Mekkah pada Rabu (13/5/2026) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi, dengan jumlah jamaah 393 orang, 142 laki laki dan 251 perempuan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi, 2 Ribu Riyal atau Rp 9,2 Juta Per Orang
Ketua Kloter 8 BTJ Aceh, H Khalid Wardana, SAg, MSi mengatakan, seluruh jamaah telah melaksanakan thawaf, sai dan tahallul sebagai rangkaian ibadah haji tamattu.
Dua hari pasca kedatangan, seluruh jamaah mendapat undangan dari Nazhir Wakaf Baitul Asyi untuk penerimaan dana baitul asyi dan seluruh jamaah telah menerima.
Sebagai bentuk kebersamaan dan hubungan kekeluargaan, jamaah Kloter 8 lantas menyerahkan ‘bungong jaroe’ kepada Nazhir Baitul Asyi berupa bubuk kopi, ija krong, dan makanan khas Aceh.
Dana wakaf Baitul Asyi diharapkan menjadi inspirasi untuk seluruh jamaah haji dan masyarakat Aceh tentang pentingnya gerakan wakaf dan pemanfaatan potensi wakaf secara berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi dan kemaslahatan umat.
Terutama meningkatkan peran dan tanggung jawab nazhir.
“Potensi wakaf di Aceh sangat besar, tetapi belum diberdayakan dan dikelola secara profesional,” ungkap Khalid Wardana yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh Besar.
Penyerahan dana wakaf Baitul Asyi untuk Kloter 8 dihadiri Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Muhammad Ali/Abu Paya Pasi, Tgk Jamaluddin Affan, petugas Kloter 8, yaitu Khalid Wardana, Tgk Mustafa, Nazaruddin Yahya, dr Farah Maulida, Syafruddin Rahu, dan Inong Sofiarini.
Baca juga: Rp 9,2 Juta per Jamaah Haji, Dana Wakaf Baitul Asyi Mulai Dibagikan
Dana wakaf Baitul Asyi berasal dari aset peninggalan Habib Abdurrahman bin Alwi al Habsyi atau Habib Bugak al Asyi, ulama asal Aceh yang mewakafkan hartanya untuk kepentingan masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji.
Wakaf ini telah berlangsung selama 220 tahun, sejak pertama kali di ikrarkan oleh Habib Bugak Asyi dan terus dikelola oleh nazhir yang diberi amanah untuk menjaga dan menyerahkannya kepada yang berhak.
Pada musim haji tahun 2026, pengelola wakaf Baitul Asyi menyalurkan sekitar 11,2 juta riyal kepada 5.426 jamaah haji asal Aceh.
Nilai aset Wakaf Baitul Asyi diperkirakan lebih dari 200 juta riyal atau sekitar Rp 5,2 trilliun.
Aset berkembang menjadi bangunan strategis di Mekkah.
Di antaranya Hotel Ajyad 25 lantai dan Menara Ajyad 28 lantai yang berlokasi dekat Masjidil Haram.
Kedua bangunan tersebut mampu menampung lebih dari 7.000 orang.(*)