TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Tanah longsor di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, pada Rabu (11/5/2026) siang masih menyisakan pilu.
Peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan perbukitan hingga mengakibatkan material tanah tebing menimbun rumah warga dan mengakibatkan dua orang anak meninggal.
Warga sekitar yang mendengar kabar longsor langsung berhamburan menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, karena masyarakat hanya mengandalkan alat seadanya seperti cangkul, linggis, dan palu untuk menggali timbunan tanah serta material bangunan rumah yang roboh, sebelum bantuan datang.
Satu di antara warga yang ikut membantu proses evakuasi adalah Firdaus, tetangga korban longsor.
Dia menyaksikan bagaimana warga berjibaku di tengah hujan demi menyelamatkan korban yang tertimbun tanah longsor.
Menurutnya, saat pertama tiba di lokasi, jumlah warga yang datang masih sedikit karena cuaca buruk dan akses yang cukup sulit.
Korban pertama yang berhasil dievakuasi adalah ibu korban dalam kondisi tertimbun tanah dan puing bangunan.
Evakuasi berlangsung sekitar satu jam menggunakan alat manual sebelum akhirnya korban berhasil diselamatkan.
Sementara itu, dua anak korban masih berada di dalam rumah dan tertimbun material longsor di ruang tengah.
Melihat kondisi yang semakin sulit, pemerintah dusun kemudian meminta bantuan alat berat kepada BPBD Bungo.
Proses pencarian turut melibatkan personel TNI, Polri, Tim SAR, serta warga dari desa-desa sekitar.
Setelah pencarian berlangsung berjam-jam, korban anak pertama ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB dan korban kedua ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB.
Bagaimana kondisi lapangan saat peristiwa terjadi? Berikut wawancara Firdaus tetangga korban, bersama Reporter Tribun Jambi, Frengky Widarta:
Tribun Jambi: Saat ini saya sudah bersama salah satu tetangga korban yang juga sempat membantu proses evakuasi korban terdampak bencana longsor. Selamat malam, Pak.
Firdaus: Selamat malam.
Tribun Jambi: Bisa disebutkan nama Bapak?
Firdaus: Firdaus.
Tribun Jambi: Hari ini kita bersama Bapak Firdaus. Bagaimana kondisi Bapak saat ini?
Firdaus: Alhamdulillah sehat.
Tribun Jambi: Bisa dijelaskan secara singkat kronologis kejadian tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Tanah Sepenggal ini?
Firdaus: Baik, kami akan menceritakan kronologi kejadian tanah longsor pada hari Rabu, tanggal 11 Mei 2026, di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB. Kebetulan saat itu kondisi sedang hujan.
Kami selaku tetangga mendapat kabar bahwa terjadi longsor, lalu segera datang untuk membantu mengevakuasi keluarga korban.
Sesampainya di lokasi, masyarakat belum begitu banyak karena cuaca masih hujan. Yang datang baru beberapa orang saja.
Lagi pula kami hanya menggunakan alat seadanya seperti cangkul, linggis, dan palu karena situasinya mendesak.
Saat tiba di lokasi, kami bersama warga langsung berusaha mengevakuasi ibu korban.
Tribun Jambi: Ibu korban ditemukan sekitar pukul berapa?
Firdaus: Sekitar pukul 12.00 WIB.
Tribun Jambi: Bagaimana kondisi ibu korban saat ditemukan?
Firdaus: Kondisinya tertimbun tanah dan material bangunan rumah.
Namun Alhamdulillah bisa diselamatkan setelah proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam menggunakan alat manual atau alat tradisional.
Tribun Jambi: Kemudian untuk korban lainnya bagaimana, Pak?
Firdaus: Untuk kedua anak korban, kami sempat bertanya kepada ibu korban saat proses evakuasi.
Kami bertanya anaknya berada di mana, lalu ibu korban menjawab berada di ruang tengah.
Sedangkan ruang tengah sudah dipenuhi tanah longsor dan material bangunan rumah.
Jadi untuk melakukan evakuasi tidak mungkin hanya menggunakan alat tradisional.
Akhirnya pemerintah dusun segera menghubungi BPBD Bungo untuk meminta bantuan alat berat.
Tribun Jambi: Siapa saja yang ikut membantu proses evakuasi?
Firdaus: Selain warga, ada juga dari TNI, Polri, BPBD, Tim SAR, serta warga dari desa-desa tetangga.
Tribun Jambi: Jumlah korban ada berapa orang?
Firdaus: Total ada tiga korban.
Tribun Jambi: Anak yang menjadi korban itu anak keberapa dalam keluarga?
Firdaus: Anak pertama dan anak kedua.
Tribun Jambi: Kalau boleh diceritakan, bagaimana keseharian anak-anak korban di tengah masyarakat?
Firdaus: Kalau hubungan ibu korban dan anak-anaknya dengan tetangga itu baik dan ramah.
Anak-anaknya juga masih seperti anak-anak pada umumnya, senang bergaul dan disukai masyarakat.
Selain itu, anak tersebut juga memiliki prestasi.
Tribun Jambi: Bagaimana proses penemuan korban anak-anak tersebut?
Firdaus: Saat proses evakuasi, hujan sudah mulai reda. Korban anak pertama ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB.
Tribun Jambi: Anak pertama ditemukan pukul tiga sore ya, Pak?
Firdaus: Iya. Sedangkan anak kedua ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB.
Tribun Jambi: Sebagai warga yang tinggal di daerah rawan longsor, apa harapan Bapak kepada pemerintah?
Firdaus: Harapan kami sebagai warga, kami memohon kepada pemerintah dan pihak berwenang, apalagi sekarang sedang musim hujan, agar menugaskan petugas untuk berkeliling atau memberikan informasi kepada masyarakat.
Karena banyak warga kami tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor, terlebih saat musim hujan seperti sekarang ini.
Tribun Jambi: Baik, terima kasih Bapak Firdaus atas waktunya dan informasi yang telah diberikan.
Demikian wawancara kami dalam program Saksi Kata bersama Bapak Firdaus, tetangga korban longsor di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo.
Saya, Frengky Widarta, pamit undur diri. Sampai jumpa pada edisi selanjutnya. Terima kasih. (Tribun Jambi/Frengky Widarta)\
Baca juga: Beredar Kabar Kamaruddin Simanjuntak Sakit Ginjal hingga Cuci Darah
Baca juga: Jambi Top 7, Lempengan Emas Ilegal Dalam Bungkusan Kopi di Bandara Sultan Thaha