Kronologi Penemuan Mayat di Parak Gadang Timur: Diduga Hanyut Saat Memancing di Sungai
Rezi Azwar May 17, 2026 05:47 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Warga Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran sungai dekat Lapangan Matador, Minggu (17/5/2026) sore.

Jasad pria yang mengenakan baju berwarna kuning tersebut ditemukan dalam posisi tertelungkup di air, memicu kepanikan sekaligus rasa penasaran warga sekitar yang langsung memadati lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan sekira pukul 15.10 WIB, petugas gabungan yang tiba di lokasi bergerak cepat untuk mengevakuasi jasad korban dari dalam sungai.

Ratusan warga tampak berkerumun di pinggir sungai dan sekitar Lapangan Matador untuk melihat lebih dekat proses evakuasi dan mencari tahu identitas korban yang mengambang tersebut.

Baca juga: Identitas Mayat Pria Berbaju Kuning di Parak Gadang Timur Terungkap: Berusia 62 Tahun

PENEMUAN MAYAT- Sesosok mayat laki-laki dewasa ditemukan mengambang di aliran sungai kawasan Lapangan Sepak Bola Matador, Kelurahan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026). Korban pertama kali ditemukan warga yang hendak menjaring ikan di sekitar lokasi.
PENEMUAN MAYAT- Sesosok mayat laki-laki dewasa ditemukan mengambang di aliran sungai kawasan Lapangan Sepak Bola Matador, Kelurahan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026). Korban pertama kali ditemukan warga yang hendak menjaring ikan di sekitar lokasi. (Dokumentasi/WAG Kebencanaan)

Korban diketahui bernama Afrizal, yang tercatat sebagai warga Banuaran, Kota Padang.

Salah seorang warga Parak Gadang Timur bernama Mel menuturkan, berdasarkan informasi yang beredar cepat di antara warga, korban diduga kuat merupakan seorang pemancing yang dilaporkan pergi dari rumah namun tak kunjung pulang.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh tadi di lapangan, mayat itu katanya seorang pemancing yang berasal dari Banuaran," ujar Mel saat diwawancarai di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Mel melanjutkan, dugaan sementara yang berkembang di tengah masyarakat adalah korban kemungkinan mengalami musibah atau serangan penyakit mendadak saat sedang menyalurkan hobinya memancing ikan.

"Entah dia tiba-tiba sakit saat memancing atau gimana, terus terjatuh ke sungai dan hanyut dalam kondisi sudah meninggal dunia sampai terdampar di sini,"ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan peristiwa penemuan jasad tersebut pertama kali masuk dalam pantauan petugas sekitar pukul 13.40 WIB.

Baca juga: Update Penemuan Mayat Baju Kuning di Parak Gadang Timur, Jasad Dievakuasi ke RS Bhayangkara Padang

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah dalam posisi tertelungkup di dalam air. Penemuan ini langsung memicu kegemparan di tengah masyarakat Parak Gadang Timur yang sedang menikmati libur akhir pekan.

Puluhan warga setempat berbondong-bondong memadati bantaran sungai Banda Bakali untuk menyaksikan dari dekat kondisi korban.

Mendapat laporan darurat dari masyarakat, Anggota Rescue PB BPBD Kota Padang langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

"Petugas kami di lapangan langsung bergerak cepat melakukan pendataan dan evakuasi korban begitu menerima laporan dari warga terkait adanya jasad yang mengapung,"terangnya.

Tidak hanya dari internal BPBD, sejumlah instansi vertikal dan organisasi relawan kemanusiaan juga terpantau bahu-membahu di area bantaran sungai.

Tercatat, tim gabungan yang turun ke TKP terdiri dari unsur TNI, Polri, tim Inafis Polresta Padang, pihak Kecamatan Padang Timur, serta perangkat Kelurahan Parak Gadang Timur.

Kehadiran petugas kepolisian sekaligus untuk mengamankan area sekitar agar tetap kondusif.

Selain unsur pemerintahan, kekuatan evakuasi juga disokong penuh oleh para relawan kebencanaan.

Mulai dari personel Dubalang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kelompok Siaga Bencana (KSB), Relawan Rumah Zakat, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang.

Baca juga: Breaking News: Warga Padang Timur Geger, Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai

Kerja sama solid tim gabungan beserta pengurus RT/RW dan masyarakat setempat membuat proses pengangkatan jasad berjalan relatif cepat.

Tubuh korban berhasil dievakuasi dari dasar aliran Banda Bakali menuju ambulans yang sudah bersiaga.

Mengenai penyebab pasti hingga korban bisa terjatuh dan tenggelam di sungai, pihak BPBD Kota Padang menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi ranah mereka.

Saat ini, kepolisian telah mengambil alih penanganan kasus untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Untuk penyebab kejadian, saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian," tegasnya.

Kondisi terakhir di lokasi kejadian dilaporkan sudah kembali kondusif setelah jasad Afrizal dievakuasi dari sungai.

Guna kepentingan visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut, jenazah lansia tersebut langsung dibawa petugas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Padang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.