Tangerang, Banten (ANTARA) - Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Galih Priya Kartika Perdhana menyebut layanan Makkah Route dapat mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian jamaah calon haji.

Galih, saat ditemui di Tangerang, Banten, Minggu, menjelaskan dengan adanya layanan tersebut, jamaah tidak perlu lagi mengantre panjang untuk menjalani pemeriksaan paspor dan visa saat tiba di Arab Saudi.

"Jauh sekali saya rasa (perbedaan durasi pemeriksaan imigrasi tanpa Makkah Route). Ketika kita harus dihadapkan dengan antrean yang panjang, pertama itu exhausting (melelahkan) secara physical (fisik), yang kedua mentally (secara mental)," ucap dia.

Di Indonesia, layanan Makkah Route tersedia di empat bandara internasional, yaitu Bandara Soetta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Galih mengatakan Kanim Soetta menyediakan sepuluh konter Makkah Route. Di setiap konternya, petugas imigrasi Arab Saudi langsung memeriksa dokumen keimigrasian para jamaah Indonesia.

"Yang seharusnya clearance (pemeriksaan) keimigrasian dari Arab Saudi dilakukan di negara Arab Saudi, saat ini dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta," tuturnya.

Layanan itu bertujuan mempercepat mobilitas jamaah calon haji. Pemeriksaan paspor dan visa telah dilakukan sejak di Indonesia sehingga setibanya di tanah suci, jamaah bisa langsung fokus beribadah.

"Harapannya, pertama, negara hadir; yang kedua, memberikan efisiensi proses dan jamaah haji tidak lagi disibukkan dengan clearance (pemeriksaan) nanti di Arab Saudi," ucapnya.

Untuk tahun ini, Kanim Soetta ditargetkan melayani 35.285 jamaah calon haji dari tiga embarkasi, yakni Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh. Hingga hari Minggu ini, sebanyak 30 ribu jamaah telah dilayani lewat Makkah Route.

Kakanim menjelaskan 30 ribu jamaah yang telah dilayani itu terhitung sejak pemberangkatan pertama pada 22 April 2026. Adapun pemberangkatan terakhir dijadwalkan pada 21 Mei 2026 mendatang.