Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berimbas pada kenaikan harga komoditas seperti kedelai di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung.
Nilai tukar rupiah terhdap dolar kini mencapai Rp 17.600 per satu dolar Amerika Serikat.
Andika (25), karyawan di Toko Didik Bawang Pasar Pasir Gintung mengatakan, pihaknya terpaksa menjual harga kedelai per kilogram (kg) Rp 14 ribu. Sebelumnya kedelai dijual Rp 13 ribu atau naik Rp 1.000 per kilogramnya.
"Jadi saat ini kedelai Rp 14 ribu per kg, kenaikan harga tersebut sejak kemarin," ungkap Andika, karyawan Toko Didik Bawang Pasar Pasir Gintung saat diwawancarai Tribun Lampung, Minggu (17/5/2026).
Kemudian tepung terigu, satu sak Rp 175 ribu, atau Rp 8.000 per Kg. Sebelumnya harga tepung terigu Rp 7.500.
Baca juga: Rupiah Ambruk, Prabowo Santai: Orang di Desa Gak Pakai Dolar Kok
Mie instan 1 dus yang sebelumnya Rp 115 ribu kini menjadi Rp 116 ribu. "Saat ini plastik masih naik harganya, mulai jenis PE 1 Rp 12 ribu, sebelumnya cuma Rp 8.000," kata Andika.
Ika, seorang pelanggan yang belanja hanya dapat menghela napas karena semua bahan pokok naik terus. "Pusing, pusing semuanya bahah pokok kok naik terus," ujarnya.
Dia berharap pemerintah mengatur kembali harga bahan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)