Permintaan Hewan Kurban di Kuansing Naik, Idul Adha 2026 Capai 2.832 Ekor
Muhammad Ridho May 17, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing, Andriyama Putra, Minggu (17/5/2026) mengatakan kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai 2.832 ekor.

Dari jumlah tersebut, permintaan sapi masih mendominasi dengan total 2.317 ekor.

Sementara kebutuhan kerbau diperkirakan mencapai 145 ekor dan kambing sebanyak 370 ekor.

"Jumlah itu mengalami kenaikan dibanding Idul Adha tahun 2025 lalu yang tercatat sekitar 2.700 ekor hewan kurban," ujarnya.

Ia memastikan seluruh kebutuhan hewan kurban tahun ini dipasok dari peternak lokal di berbagai wilayah di Kuansing.

Kondisi tersebut dinilai mampu membantu meningkatkan perputaran ekonomi peternak daerah menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Untuk kebutuhan hewan kurban tahun ini diprediksi mencapai 2.832 ekor dan seluruhnya berasal dari peternak lokal,” ujarnya.

Untuk menjamin kesehatan dan kelayakan hewan kurban, Disbunnak Kuansing juga menyiagakan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di sejumlah kecamatan.

Baca juga: Banjir Empat Kecamatan di Kuansing Surut, BPBD Waspadai Banjir Susulan

Adapun Puskeswan tersebut terletak di Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Singingi, Singingi Hilir dan Pangean.

"Kami juga akan mengerahkan 50 petugas untuk pemeriksaan hewan kurban," ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara bertahap menjelang hari pemotongan.

Biasanya, pengecekan dilakukan sekitar satu minggu sebelum Idul Adha di lokasi pengumpul atau toke hewan kurban serta peternak besar.

Petugas akan memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat dan layak untuk dikurbankan, termasuk memeriksa fisik hewan agar bebas dari penyakit.

Selain pemeriksaan sebelum pemotongan, Disbunnak Kuansing juga mengerahkan petugas ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan pasca pemotongan hewan kurban.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan.

"Pemeriksaan biasanya dilakukan sekitar satu minggu sebelum hari H Idul Adha dan kembali dilakukan pada saat hari pemotongan. Tujuannya memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.