Pada pembukaan Red Hat Summit 2026, CEO Red Hat Matt Hicks menyampaikan keynote dengan tema besar “The Next Platform is Choice.” Ia menegaskan bahwa masa depan teknologi enterprise ditentukan oleh fleksibilitas, hybrid cloud, dan kemampuan membawa AI dari eksperimen menuju produksi nyata.
Hybrid Cloud sebagai Fondasi
Hicks menyoroti pentingnya hybrid cloud sebagai strategi utama untuk menghindari vendor lock-in dan menjaga konsistensi operasional. Menurutnya, perusahaan tidak bisa hanya bergantung pada satu hyperscaler karena hal itu berisiko mengurangi daya tawar dan meningkatkan kompleksitas. Red Hat menawarkan solusi open source yang konsisten di private cloud, edge, hingga lingkungan terbatas.
Dalam keynote, Hicks menyebut adanya “chasm of complexity” yang dihadapi perusahaan: mengelola workload AI modern sekaligus sistem legacy yang masih kritis. Red Hat berkomitmen membantu organisasi melewati jurang kompleksitas ini dengan OpenShift dan portofolio hybrid cloud yang adaptif.

Hicks juga menyinggung krisis biaya virtualisasi akibat perubahan harga vendor lain. Red Hat menawarkan solusi yang lebih efisien, memungkinkan perusahaan tidak hanya melakukan migrasi VM tetapi juga menjalankan strategi modernisasi penuh.
Automation menjadi sorotan penting melalui Ansible Automation Platform 2.7. Hicks menegaskan bahwa otomatisasi skala besar adalah kunci untuk mengurangi biaya tenaga kerja, meminimalkan human error, dan mempercepat respons terhadap workload AI.
AI Enterprise Bergeser dari Model ke Infrastruktur
Bagi Red Hat, seluruh perubahan tersebut menunjukkan bahwa masa depan AI enterprise tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki model paling canggih, tetapi siapa yang mampu membangun fondasi infrastruktur paling fleksibel, terbuka, dan terkendali.
Karena dalam konteks ini, AI bukan menyederhanakan kompleksitas enterprise. Sebaliknya, AI justru memperbesar kebutuhan compute, memperumit operasi hybrid cloud, meningkatkan tekanan regulasi, sekaligus mempercepat kebutuhan terhadap platform yang mampu menjalankan berbagai workload secara konsisten di banyak lingkungan.
Matt Hicks menggarisbawahi bahwa organisasi yang sukses dalam perubahan ini belum tentu yang investasinya paling besar atau yang bergerak paling cepat. “Tapi mereka yang membangun AI di atas platform yang tepat dengan ekosistem pendukung yang luas,” ujarnya.