TRIBUNMANADO.CO.ID - Duka masih menggelayuti kediaman keluarga Pricilia Tamawiwy, salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi kebakaran di Mega Mall, Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara.
Kepergian perempuan berusia 34 tahun ini meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi pihak keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.
Saat disambangi di rumah duka yang terletak di Perumahan Griya Paniki Indah (GPI), Kecamatan Mapanget, Kota Manado pada Minggu (17/5/2026) malam, sang ibu tak mampu menyembunyikan rasa kehilangan.
Dengan mata yang berkaca-kaca dan wajah sembab, ia menceritakan betapa pilunya situasi keluarga saat ini.
Almarhumah pergi selamanya di saat sang buah hati masih sangat membutuhkan dekapannya.
Korban diketahui meninggalkan seorang bayi yang baru menginjak usia 11 bulan.
"Ia punya anak masih 11 bulan, lagi ditidur di kamar belakang," Kata sang ibu sambil menunjuk kamar tersebut.
Pricilia bukanlah orang baru di tempatnya bekerja.
Ia dikenal sebagai sosok yang tekun, loyal, dan penuh dedikasi.
Hal ini dibenarkan oleh sang ibu.
Ia menyebut bahwa putrinya sudah menghabiskan waktu hampir sepuluh tahun mengabdi di pusat perbelanjaan tersebut.
"Tahun ini Pricilia bahkan akan memasuki 10 tahun masa kerja di Megamall," Ujarnya.
Hingga Minggu malam, pihak keluarga di GPI dilaporkan masih menanti kedatangan suami korban yang saat ini sedang bekerja di Kepulauan Talaud.
Jarak dan akses transportasi membuat keluarga harus menunggu kepastian tibanya sang suami sebelum mengambil keputusan lebih lanjut mengenai detail proses pemakaman.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, rencana prosesi pemakaman bagi almarhumah Pricilia Tamawiwy dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).
Kebakaran terjadi pada Sabtu (17/5/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Api berkobar hebat, asap hitam pekat membumbung tinggi.
Kobaran api terlihat dari berbagai sudut di Kota Manado.
Para pengunjung dan karyawan Mega Mall berhamburan keluar saat mengetahui bahwa kebakaran sedang terjadi di pusat Bisnis pertama di Kota Tinutuan itu.
Namun, lima orang Staff Engineer Mega Mall, empat pria dan satu wanita, yang pada saat terjadinya kebakaran sedang berusaha memadamkan api di lantai paling atas terjebak di dalam gedung.
Tak berselang lama, petugas dari unsur Polri dan Pemadam Kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Mereka sempat berupaya menerobos masuk untuk melakukan evakuasi, namun api masih menyala cukup besar.
Akses menuju lokasi pun terhalang oleh kobaran api yang cukup besar.
Asap tebal dan pekat menyelimuti seisi gedung Mega Mall.
Pukul 22.00 Wita, api berhasil dijinakkan. Petugas kembali melakukan upaya evakuasi. Tim Rescue pun diturunkan lengkap dengan peralatan pendukung seperti tabung oksigen.
Proses evakuasi terhadap kelima orang tersebut berlangsung hinggal, Minggu 17 Mei dini hari pukul 00.10 Wita.
Empat orang pria, semuannya selamat. Sementara korban perempuan Pricilia Tamawiwy ditemukan sudah meninggal dunia.