5 Populer Regional: Oknum TNI Tembak TNI di Palembang - Longsor di Kawasan Wisata Curug Subang
Endra Kurniawan May 18, 2026 03:23 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari insiden oknum TNI tembak mati sesama TNI di Palembang, Sumatera Selatan.

Kejadian ini melibatkan Sertu MMR sebagai pelaku dan korbannya Pratu F yang sama-sama anggota TNI dari Denkesyah 02.04.04 Palembang.

Insiden tersebut diduga bermula ketika mereka saling bersenggolan saat tengah asyik berjoget.

Kemudian bencana tanah longsor di kawasan wisata Curug Cileat, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Jumat (15/5/2026).

Dua wisatawan Alda (22) dan Winda (20) menjadi korban tewas.

Penemuan korban bermula ketika tim SAR yang menyisir jalur longsoran menemukan perlengkapan kosmetik yang terseret material longsor.

Kemudian petugas melihat bagian tangan salah satu korban menyembul dari timbunan tanah di area longsoran curam.

Berikut rangkuman berita populer regional selama 24 jam di Tribunnews.com:

1. Kasus Anggota TNI Tembak Sesama Prajurit di Palembang Libatkan Warga Sipil, Sembunyikan Senpi Pelaku

TNI TEMBAK TNI - Lokasi penembakan diduga TNI sesama TNI di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Palembang, Sabtu (16/5/2026). Usai kejadian, lokasi ini nampak sepi. (Tribunnews.com)

Insiden penembakan oleh anggota TNI dari Denkesyah 02.04.04 berinisial Sertu MMR terhadap rekannya sesama prajurit berinisial Pratu F telah memasuki babak baru.

Peristiwa tersebut terjadi di Cafe Panhead, Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) pada Sabtu (16/5/2026) sekira pukul 02.40 WIB.

Dikutip dari Tribun Sumsel, insiden tersebut diduga bermula ketika mereka saling bersenggolan saat tengah asyik berjoget.

Hal itu membuat adanya salah paham. Namun, suasana justru menjadi semakin memanas dan Sertu MMR  Pratu F.

Adapun tembakan tersebut mengakibatkan luka di bagian perut sebelah kanan korban. Nahas, nyawa Pratu F tidak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kini, pihak dari Denpom II/4 Palembang menyebut adanya keterlibatan warga sipil dalam kasus ini.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania menuturkan bahwa warga sipil berinisial DS tersebut berperan dalam menyembunyikan senjata api (senpi) yang diduga milik pelaku penembakan.

Yordania mengatakan kini DS yang merupakan warga Sematang Borang, Palembang, telah diamankan.

"Kurang dari 24 jam Denpom II/4 Palembang mengamankan para pelaku. Ada dua orang, Sertu MRR sebagai penembak dan DS warga sipil yang menyembunyikan barang bukti," ujar Yordania, Minggu (17/5/2026).

Baca selengkapnya.

2. Anak Perempuannya Tewas Ditembak, Anton Cabut Pernyataannya yang Sebut Pelaku TNI: Masih Diselidiki

PELAJAR TERTEMBAK - Seorang pemuda di Kabupaten Dogiyai yang diduga berstatus pelajar bernama Nopison Tebay (17) tewas tertembak aparat Polres Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Minggu (10/5/2026). Polisi mengklaim Nopison Tebay adalah salah satu dari anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sementara itu pihak sekolah menyatakan bahwa Nopison Tebay tidak terkait dengan organisasi KKB.
PELAJAR TERTEMBAK - Seorang pemuda di Kabupaten Dogiyai yang diduga berstatus pelajar bernama Nopison Tebay (17) tewas tertembak aparat Polres Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Minggu (10/5/2026). Polisi mengklaim Nopison Tebay adalah salah satu dari anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sementara itu pihak sekolah menyatakan bahwa Nopison Tebay tidak terkait dengan organisasi KKB. (Tribunnews.com/Istimewa)

Pdt. Anton Wamang, ayah kandung dari remaja perempuan bernama Nalince Wamang mengklarifikasi pernyataannya terkait keterlibatan TNI dalam tragedi penembakan terhadap putrinya itu.

Anton sebelumnya menyebut oknum TNI sebagai pelaku penembakan terhadap putrinya dalam video yang juga beredar di Youtube.

Putri Anton yang berusia belasan tahun itu menjadi korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Kamis (7/5/2026) lalu.

Anton mengaku pernyataan yang sempat disampaikan kepada awak media televisi beberapa waktu lalu keluar dalam kondisi emosional dan penuh tekanan batin akibat kehilangan putri tercintanya, Nalince Wamang.

Dalam video yang juga beredar di Youtube itu suara Anton terdengar bergetar menahan kesedihan.

Ia mengaku rasa duka yang begitu mendalam membuat dirinya terburu-buru dalam menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi itu.

Kini, dalam sebuah keterangan video ia tampak terdengar lebih tenang.

"Beberapa waktu lalu dalam wawancara di televisi saya menyampaikan bahwa pelaku penembakan anak saya adalah TNI," kata Anton dalam keterangan video yang juga dikonfirmasi oleh Koops TNI Habema pada Minggu (17/5/2026).

Ia lalu mengakui pernyataannya itu disampaikan dalam kondisi yang emosional dan duka yang sangat mendalam.

Sehingga dia terlalu terburu-buru dan sebelum berdasarkan hasil penyelidikan resmi.

Baca selengkapnya.

3. Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa Mahasiswi Asal Nunukan di Makassar, Pelaku Ditembak

PELAKU PENYEKAPAN DAN RUDAPAKSA - Feri alias DR (29) pelaku penyekapan dan rudapaksa mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan ditangkap polisi pada Sabtu (16/5/2026). Pelaku terpaksa ditembak polisi karena berupaya melakukan perlawanan.
PELAKU PENYEKAPAN DAN RUDAPAKSA - Feri alias DR (29) pelaku penyekapan dan rudapaksa mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan ditangkap polisi pada Sabtu (16/5/2026). Pelaku terpaksa ditembak polisi karena berupaya melakukan perlawanan. (Tribun Timur/Muslimin Emba)

Tim Satreskrim Polrestabes Makassar menangkap Feri alias DR (29), pelaku penyekapan serta rudapaksa terhadap seorang mahasiswi.

DR ditangkap di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

DR ditangkap saat baru turun dari kapal.

Polisi dari Polrestabes Makassar sebelum penangkapan sudah bersiap berjaga di pintu keluar kapal.

Setelah menunggu beberapa saat, polisi pun mendapatkan tagetnya dan langsung menangkap DR.

DR pun langsung diterbangkan ke Makassar pada Sabtu malam.

Begitu tiba di Kota Makassar, pelaku berusaha melawan petugas yang membawanya.

Polisi pun terpaksa memberinya tindakan tegas terukur berupa  tembakan yang bersarang di kaki kiri DR.

"Karena ada tindakan melawan pas mau dibawa ke Makassar, maka dilakukan tindakan melumpuhkan kepada si pelaku ini," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana dilansir dari Tribuntimur.com, Minggu (17/5/2026).

Feri diketahui berhasil kabur dari lokasi kejadian ketika tempat penyekapan mahasiswi berinisial MR digerebek petugas pada Minggu (10/5/2026).

Baca selengkapnya.

3. Kasat Resnarkoba Polres Kukar AKP Yohanes Bonar Jadi Tersangka Peredaran Narkotika Jenis Etomidate

KASUS NARKOTIKA - Potret Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna (YBA).
KASUS NARKOTIKA - Potret Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna (YBA). (Tribundepok.com/Polres Kukar)

Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna (YBA) ditetapkan menjadi tersangka kasus peredaran Narkotika golongan II jenis etomidate.

AKP Yohanes Bonar Adiguna saat ini sudah ditahan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur dalam rangka menjalani proses pidana.

Sementara terkait pelanggaran etik, Propam Polda Kaltim akan menggelar sidang kode etik Polri untuk AKP Yohanes Bonar Adiguna dalam waktu dekat.

Penetapan tersangka terhadap AKP Yohanes Bonar Adiguna dilakukan setelah Polda Jatim melakukan  gelar perkara bersama Propam, Bidkum dan Itwasda.

"Hasil gelar perkara menyimpulkan saudara YBA ditetapkan sebagai tersangka," Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, Minggu (17/5/2026).

Terhitung sejak 2 Mei 2026, AKP Yohanes Bonar Adiguna sudah dilakukan penahanan oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim.

Atas perbuatannya AKP Yohanes Bonar Adiguna dijerat Pasal 119 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta sejumlah pasal lain yang berkaitan.

Untuk anak buah AKP Yohanes Bonar Adiguna berinisial AB saat ini berstatus sebagai saksi.

A yang merupakan seorang polisi hanya diperintahkan AKP Yohanes untuk mengambil paket tanpa mengetahui isinya.

"A tetap berstatus saksi karena belum ditemukan keterlibatan langsung dalam pemesanan barang," ucapnya.

Baca selengkapnya.

5. Tangan Menyembul Ungkap Penemuan 2 Wisatawan Perempuan Korban Longsor di Kawasan Wisata Curug Subang

KORBAN LONGSOR - Alda (22) dan Winda (20), wisatawan asal Karawang yang hilang usai terkena longsor di kawasan wisata Curug Cileat, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Jumat (15/5/2026) sore akhirnya ditemukan. Dua perempuan ini ditemukan tak bernyawa Sabtu (16/5/2026) siang atau sehari pasca kejadian.
KORBAN LONGSOR - Alda (22) dan Winda (20), wisatawan asal Karawang yang hilang usai terkena longsor di kawasan wisata Curug Cileat, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Jumat (15/5/2026) sore akhirnya ditemukan. Dua perempuan ini ditemukan tak bernyawa Sabtu (16/5/2026) siang atau sehari pasca kejadian. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

Alda (22) dan Winda (20), wisatawan asal Karawang yang hilang usai terkena longsor di kawasan wisata Curug Cileat, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Jumat (15/5/2026) sore akhirnya ditemukan.

Dua perempuan ini ditemukan tak bernyawa Sabtu (16/5/2026) siang atau sehari pasca kejadian.

Penemuan korban bermula ketika tim SAR yang menyisir jalur longsoran menemukan sejumlah barang milik korban.

Satu di antaranya adalah perlengkapan kosmetik yang terseret material longsor. 

Kemudian petugas melihat bagian tangan salah satu korban menyembul dari timbunan tanah di area longsoran curam.

Temuan itu langsung membuat seluruh personel memusatkan pencarian di titik tersebut. 

Dengan bantuan alat berat manual milik Basarnas dan penggalian secara hati-hati, tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Damkar, Tagana, relawan hingga warga akhirnya berhasil mengevakuasi korban pertama bernama Winda Lianbong (20) sekitar pukul 11.23 WIB.

Tak jauh dari lokasi itu, korban kedua bernama Alda Apriliani (22) juga ditemukan tertimbun material longsor dengan posisi berdekatan.

"Jadi setelah melakukan pencarian tim menemukan barang kosmetik korban, kemudian tangan korban ada yang nyembul ke atas. Berdasarkan temuan itu tim memfokuskan di titik tersebut dan melakukan penggalian secara hati-hati," ujar Kalak BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (16/5/2026).

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.