Dulu Berjaya, Anak Penyanyi Lawas Deddy Dores Kini Terhimpit Ekonomi, Mau Jual Mata: Ayah yang Gagal
ninda iswara May 18, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Publik dibuat terkejut setelah unggahan emosional dari Calvin Dores mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.

Putra mendiang musisi legendaris Deddy Dores itu secara terbuka mengaku berniat menjual salah satu bola matanya demi bertahan hidup.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian luas sekaligus rasa prihatin dari banyak warganet.

Dalam keterangannya, Calvin menegaskan keputusan itu bukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia mengaku lebih memikirkan masa depan anak-anaknya agar tetap memiliki kehidupan yang layak di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Minggu (17/5/2026), Calvin membenarkan isi unggahan yang sebelumnya viral di media sosial tersebut.

Baca juga: Fahmi Bo Kini Jualan Acar Buntut Sapi di Depan Rumah, Modal Usahanya dari Hadiah Raffi Ahmad

Menurutnya, langkah ekstrem itu menjadi pilihan terakhir yang terpikirkan demi memberikan jaminan masa depan bagi keluarganya.

"Ya saya bukan buat kehidupan sehari-hari, tapi lebih uang buat masa depan anak. Makanya saya mau jual mata saya ini," ujar Calvin Dores saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Minggu (17/5/2026).

Ungkapan penuh emosi itu pun membuat banyak orang tersentuh sekaligus mempertanyakan kondisi yang sedang dialami Calvin saat ini.

Kisahnya kini menjadi sorotan publik dan memunculkan gelombang simpati dari berbagai kalangan di media sosial.

Terhimpit Biaya Hidup Tanpa Warisan Harta

Keputusan Calvin untuk menjual organ tubuhnya diakui sudah bulat.

Himpitan ekonomi yang tinggi di ibu kota membuat dirinya merasa terdesak agar istri dan anak-anaknya tidak hidup dalam kesusahan.

Calvin juga meluruskan persepsi publik dengan menyatakan bahwa dirinya tidak menerima aset atau harta peninggalan dari almarhum ayahnya.

Deddy Dores, yang memiliki nama asli Dedy Suriadi (1950–2016), dikenal luas sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan produser musik yang sangat berpengaruh di Indonesia.

Sepanjang berkarier, ia pernah membangun grup Rhapsodia yang kemudian menjadi Freedom of Rhapsodia, terlibat dalam band rock Super Kid, serta sempat bergabung dengan God Bless pada awal kariernya.

Namanya kian melambung saat menjadi otak di balik kesuksesan mendiang Nike Ardilla, serta turut membesarkan karier penyanyi top seperti Nafa Urbach. 

Sang musisi legendaris diketahui wafat pada 17 Mei 2016 di Tangerang Selatan akibat penyakit jantung.

Realitas kehidupan yang dijalani Calvin saat ini diakui sangat berbanding terbalik dengan masa kecilnya, sewaktu sang ayah masih berjaya di belantika musik tanah air dan memiliki banyak uang.

Pikiran untuk menjual bola mata itu terlintas karena ia sedih melihat anaknya tidak bisa hidup enak di usianya sekarang.

"Udah bulat Mas, karena saya gak mau melihat istri dan anak saya kesusahan. Ya saya pasti bandingin lah ketika saya kecil kehidupan saya gimana dengan anak saya sekarang, kehidupannya jauh berbeda. Saya merasa jadi ayah yang gagal ketika melihat anak saya, kehidupannya tuh jauh dari kata kurang," ungkap Calvin dengan nada getir, dikutip WartaKotalive.com.

Mendiang Deddy Dores dan putranya Calvin Dores (Kolase Kompas.com/dok)

Pilih Jalan Ekstrem demi Harga Diri

Sebelum mengambil keputusan nekat ini, Calvin mengeklaim telah melakukan berbagai upaya keras dan bekerja keras untuk bisa memiliki tabungan yang banyak.

Ia terus bergerak di industri kreatif dengan menjual karya lagu dan bidang lainnya, namun tingginya tuntutan ekonomi di Jakarta perlahan mengubur semua mimpinya.

"Saya kerja mah udah kok. Saya jual lagu dan sebagainya, cuma ya kebutuhan hidup sekarang tinggi. Jadi, saya enggak ada uang buat masa depan anak," jelasnya.

Rencana penjualan bola mata ini sebenarnya mendapat penolakan keras dari komunitas sesama pencipta lagu serta rekan-rekannya yang mencoba menenangkan dengan segala macam nasihat.

Calvin mengaku sering menerima larangan dan diminta untuk bersabar. Bahkan, beberapa figur politisi sempat menghubunginya untuk menanyakan langsung situasi sulit yang sedang dihadapinya.

Namun, Calvin menegaskan sikapnya untuk menolak segala bentuk uluran tangan yang didasari atas rasa iba. Ia memilih mengorbankan organ tubuhnya sendiri daripada harus meminta-minta bantuan orang lain.

"Saya bukan tipikal orang yang minta-minta Mas. Saya enggak mau merepotkan banyak orang, enggak mau dikasihani. Jadi, saya memilih langkah ini," tegasnya.

Titik Nadir dan Harapan Masa Depan Anak

Kini, Calvin hanya bisa pasrah dan berharap ada pihak yang bersedia membeli organ tubuhnya secara profesional demi membuat masa depan sang buah hati cerah.

Ia mengakui secara jujur bahwa keputusannya ini merupakan kulminasi dari kondisi psikologisnya yang sudah berada di titik nadir akibat depresi.

Kondisi tersebut bahkan membuatnya mati rasa terhadap risiko kehilangan penglihatan.

"Jujur, kondisi saya sekarang sudah depresi banget lah. Makanya saya mau jual mata. Saya sudah tahu seisi dunia seperti apa, apa yang perlu saya lihat lagi? Kalau mata saya hilang satu juga gak masalah kok," ucapnya pasrah.

Calvin pun membuka kesempatan lebar-lebar bagi masyarakat yang membutuhkan atau ingin melakukan transaksi donor mata ini untuk segera menghubunginya, tanpa mematok harga kaku sejak awal.

"Selama ini saya berusaha sendiri. Kalau memang mata saya laku dan berguna biar orang bisa melihat, hubungi saya aja mau bayar berapa," pungkasnya.

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.