BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak pernah terpikir dalam benak Sitti Maifa, petinju putri Kalimantan Selatan, bakal kehilangan kaki kanannya. Padahal kaki itu turut mengantarnya menjadi atlet berprestasi satu dekade terakhir.
Pada 2010 saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel di Kotabaru, petinju dari Kota Banjarbaru yang akrab disapa Ipeh atau Ipeng ini berhasil merengkuh medali emas. Begitu pula di tiga edisi berikutnya, di Kabupaten Banjar 2014, Tabalong 2018 dan di Hulu Sungai Selatan 2022. Ia pun pernah merasakan ring Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012.
Di masa emasnya itulah, dosen Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Paris Barantai Kotabaru tersebut kecelakaan lalu lintas.
Kejadian tragis itu menimpanya saat bertolak dari Kotabaru menuju Banjarbaru via jalan alternatif Batulicin-Banjarbaru. Ipeh yang menggunakan sepeda motor bertabrakan dengan minibus hingga pergelangan kaki kanannya remuk terlindas. “Untungnya masih sadar,” ujar Ipeh.
Namun kabar buruk membuatnya terpuruk. Kaki kanan sudah tidak mungkin lagi diselamatkan dan harus diamputasi.
Baca juga: 187 Calon Jemaah Haji Tanahbumbu Dilepas, Tangis Haru Iringi Keberangkatan Menuju Embarkasi
Hampir setahun masa penyembuhan, Ipeh merenungi nasibnya yang mungkin sudah tamat di dunia tinju.
Namun ia kemudian menyadari bahwa semua yang dimiliki adalah titipan. Ipeh pun bangkit untuk merajut asa berkarya. Di saat-saat inilah mental juaranya benar-benar diuji, dengan lawan yang tak tampak untuk dikalahkan.
Beruntungnya, gayung bersambut, selain jadi dosen tetap, ia dipercaya melatih tim Fustal Putri Kotabaru hingga berlaga di Porprov Kalsel di Tanahlaut pada 2025.
Banting stir dari ring tinju ke lapangan futsal ternyata tidaklah sulit bagi Ipeh. Sebab jebolan
Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (JPOK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru ini telah mengantongi Lisensi Kepelatihan Futsal Nasional sejak 2017.
Porprov Kalsel XII 2025 juga menjadi titik awal Ipeh menapaki hal baru. Ia bergabung di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kotabaru dan turut berlaga pada cabor angkat berat Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov).
Perdana bertanding dengan latihan yang hanya berlangsung dua bulan dan dengan mental juara yang terasah, ia berhasil menggondol dua medali perunggu. (banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri)