Wali Nanggroe Akan Temui Presiden Minta Bantu Selesaikan Pembangunan RS Regional Meulaboh
mufti May 18, 2026 10:03 AM

“Saya bersama bapak bupati akan berbicara langsung dengan bapak presiden agar rumah sakit ini segera dibantu.” Tgk Malik Mahmud Al Haythar, Wali Nanggroe Aceh

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Wali Nanggroe (WN) Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar menyatakan akan menemui Presiden Prabowo Subianto, guna mendorong penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh yang hingga kini masih terbengkalai.

“Saya bersama bapak bupati akan berbicara langsung dengan bapak presiden agar rumah sakit ini segera dibantu,” ujar Wali Nanggroe yang didampingi Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP saat meninjau bangunan rumah sakit yang berada di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai pembangunan rumah sakit tersebut harus segera dilanjutkan agar anggaran ratusan miliar rupiah yang telah dikucurkan sebelumnya tidak menjadi sia-sia. Apalagi, pembangunan rumah sakit telah mencapai sekitar 50 persen dan memiliki kualitas yang sangat baik.

Wali Nanggroe menilai keberadaan rumah sakit regional ini sangat penting untuk mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah barat selatan Aceh. “Kalau rumah sakit ini selesai, masyarakat barat selatan Aceh tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Banda Aceh karena pelayanan lengkap nantinya tersedia di sini,” katanya.

Mengaku kecewa

Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al Haythar juga mengungkapkan rasa kecewanya karena pembangunan rumah sakit ini belum rampung meski proyek ini telah dimulai sejak tahun 2017.

“Rumah sakit ini sangat bagus, konstruksinya tidak kalah dengan rumah sakit yang ada di Eropa. Tetapi yang membuat saya kecewa kenapa pembangunannya sampai terhenti,” ujarnya.

Meski mengaku kecewa, Malik Mahmud menegaskan pihaknya akan berupaya memperjuangkan kelanjutan pembangunan rumah sakit ini. “Kita akan upayakan bersama agar pembangunan ini bisa dilanjutkan segera. Saya akan berbicara langsung dengan bapak presiden agar rumah sakit regional Meulaboh segera mendapat bantuan,” katanya.

Ia juga berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendorong penyelesaian rumah sakit tersebut agar investasi besar yang telah digelontorkan pemerintah selama ini tidak menjadi sia-sia.(sb)

Masih Butuh Rp 200 Miliar Hingga Operasional 

Sementara Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Nanggroe Aceh terhadap pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh. 

Ia mengungkapkan bahwa rumah sakit tersebut masih membutuhkan anggaran sebesar Rp 200 miliar lagi untuk penyelesaian bangunan hingga operasional. 

“Wali Nanggroe akan mengajak saya menemui Presiden untuk membahas kelanjutan pembangunan rumah sakit ini agar mendapat dukungan anggaran APBN,” ujar Tarmizi.

Selain mengharapkan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Aceh Barat juga terus mendorong dukungan anggaran dari Pemerintah Aceh melalui APBA. Ia berharap tahun ini Pemerintah Aceh bisa mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar untuk melanjutkan pembangunan. Tarmizi menyebut saat ini pembahasan anggaran masih berlangsung di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA).

Sedangkan untuk tahun depan, Pemkab Aceh Barat bersama DPRA akan mengusulkan skema multiyears sebesar Rp150 miliar dari dana otonomi khusus agar Rumah Sakit Regional Meulaboh dapat difungsikan penuh pada tahun 2028.(sb)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.