TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Misteri kasus penembakan yang menewaskan anggota Denkesyah Palembang Kesdam II/Sriwijaya, Prajurit Satu (Pratu) Ferischal Alfarizky Abelsa atau FAA perlahan mulai benderang.
Dalam perkembangan terbaru, pihak penyidik tidak hanya menahan oknum TNI berinisial Sertu MRR sebagai eksekutor, tetapi juga menetapkan seorang warga sipil berinisial DS sebagai tersangka baru, sebagaimana dikutip dalam Kompas.com, Senin (18/5/2026)
Pria tersebut diduga menyembunyikan barang bukti usai penembakan di Panhead Cafe, kawasan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang pada Sabtu (16/5/2026) dini hari pukul 02.30 WIB.
Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Letnan Kolonel Infanteri Yordania mengungkapkan bahwa DS merupakan rekan dari Sertu MRR.
Peran DS terungkap setelah petugas melakukan pengembangan pasca-penangkapan Sertu MRR di area parkir Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang.
Senjata yang disembunyikan di rumah DS tersebut diketahui merupakan senjata api rakitan jenis korek api.
Saat ini, proyektil peluru yang sempat bersarang di tubuh korban telah dikeluarkan melalui proses otopsi dan sedang menunggu hasil uji balistik dari Bid Labfor Polda Sumsel.
Berdasarkan hasil autopsi, korban Pratu FAA meninggal dunia akibat pendarahan hebat setelah menderita luka tembak di perut kanan bawah yang menembus organ hati serta paru lobus kiri.
Hingga saat ini, pihak penyidik masih terus mendalami sedalam apa hubungan dan keterikatan antara warga sipil berinisial DS tersebut dengan sang oknum prajurit Sertu MRR.
"Untuk hubungan antara Sertu MRR dan DS, itu juga sedang didalami oleh tim penyidik," tambah Yordania.
Baca juga: Isak Tangis Adik Pratu F, Korban Penembakan Sesama Anggota TNI di Palembang : Tak Ada Firasat
Di sisi lain, pihak Kodam II/Sriwijaya menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa tebang pilih, termasuk mengejar siapa saja yang terlibat membantu tersangka utama.
Sementara untuk tersangka Sertu MRR, yang berdasarkan data kepolisian diduga merupakan anggota Batalyon Infanteri Raider 200/Bhakti Negara, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif mengenai asal kesatuan pastinya.
Ditengarai, insiden tragis ini dipicu karena salah paham mengingat antara korban dan pelaku utama dikabarkan sama sekali tidak saling mengenal saat bertemu di lokasi kejadian.
Penembakan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) oleh rekannya sesama TNI diduga karena senggolan saat berjoget di Kafe, Resto, Bar, And Live Music Panhead di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kecamatan IB I Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Hal itu diketahui dari informasi yang didapat dari kepolisian.
Korban tewas berinisial Pratu F, sementara terduga pelaku adalah RN.
Pratu F (23) dan RN (23) diduga terlibat selisih paham Sabtu (16/5/2026), sekira pukul 02.40 WIB.
Berawal dari keduanya senggolan saat berjoget.
Diduga pelaku dikeroyok oleh korban bersama rekan-rekannya.
Terduga pelaku langsung mencabut senjata api yang berada di pinggangnya dan langsung melakukan penembakan ke arah korban sebanyak satu kali.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak terselamatkan dengan mengalami luka tembak pada perut sebelah kanan.
Mendapati adanya peristiwa tersebut, piket SPK dan piket fungsi bersama opsnal Polsek IB I Palembang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek IB I AKP Rafiq langsung mendatangi TKP, guna melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, serta mengevakuasi korban.
Korban dilarikan ke RS Permata untuk diberi tindakan medis.
Baca juga: Mantan Pangdam II/Sriwijaya Reaksi Keras Penembakan di Cafe Panhead Palembang: Pelaku Harus Dipecat
Pada pukul 03.30 WIB, setelah diberikan tindakan medis oleh pihak RS Permata, korban dinyatakan meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian perut sebelah kanan sebanyak 1 lubang.
Menurut Kapolsek IB I Palembang Kompol Fauzi Saleh, sebelum mengembuskan napas terakhir, PS sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Permata Palembang.
"Sesampai di sana (TKP), kita langsung melakukan olah TKP, mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi, dan mengevakuasi korban ke RS Permata. Setelah mendapatkan perawatan, korban meninggal dunia," katanya.
Lanjutnya, pada saat dilakukan pengecekan dan pemeriksaan di bagian luar tubuh korban, ditemukan satu buah lubang bekas tembakan yang bersarang di perut korban di sebelah kanan.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com