TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan di balik keinginannya memiliki mobil kepresidenan khusus dengan desain kaca transparan.
Menurut Prabowo, kendaraan tersebut dibutuhkan agar dirinya bisa lebih leluasa menyapa masyarakat saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah tanpa harus berdiri terus-menerus melalui sunroof mobil.
Gagasan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Ia mengatakan antusiasme warga yang memadati sisi jalan setiap kali dirinya melakukan perjalanan membuatnya merasa perlu memberikan respons langsung kepada masyarakat.
Karena itu, selama ini ia kerap berdiri dari dalam kendaraan untuk melambaikan tangan kepada warga yang menunggu.
“Karena rakyat begitu banyak di pinggir jalan, masa Presiden di dalam kendaraan? Kan enggak lucu. Terpaksa aku berdiri,” ujar Prabowo.
Baca juga: Kesempatan Emas di BUMN! Rekrutmen Bank BTN Mei 2026 untuk Lulusan S1
Menurut Presiden, sambutan hangat masyarakat selalu menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.
Ia mengaku tidak tega jika warga yang rela menunggu berjam-jam di bawah terik matahari tidak mendapat sapaan langsung darinya.
“Si rakyat kita itu mau kasih tangan, masa kita enggak kasih tangan? Jadi aku coba kasih tangan,” lanjutnya.
Ingin PT Pindad Buatkan Mobil Presiden Transparan
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan rencananya meminta PT Pindad untuk merancang kendaraan kepresidenan baru dengan desain lebih terbuka.
Ia membayangkan sebuah mobil dengan kaca transparan yang memungkinkan dirinya tetap terlihat jelas oleh masyarakat, meski berada di dalam kendaraan.
Bahkan, ia ingin ada kursi khusus yang membuat dirinya tampak seolah sedang berdiri saat menyapa warga.
“Ini saya lagi mikir minta Pindad, mana itu Profesor Sigit (Sigit P Santosa, Direktur Utama Pindad)? Ada Sigit? Enggak ada. Coba didesain mobil khusus untuk Presiden, pakai kaca gitu, yang ada kursi tapi kelihatan aku berdiri gitu loh,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyinggung faktor usia yang mulai menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani agenda kunjungan yang padat.
Meski demikian, ia menegaskan tetap bersemangat bertemu langsung dengan masyarakat.
“Eh gue ini sudah 75 tahun nih gila, tapi aku kasihan rakyat menunggu lama ya. Tapi saya semangat,” ujarnya sambil bercanda.
Candaan soal Jabat Tangan dengan Warga Jawa Timur
Dalam sambutannya, Prabowo juga sempat melontarkan candaan soal pengalamannya berjabat tangan dengan warga Jawa Timur.
Ia mengaku tangannya sampai terasa pegal karena kuatnya genggaman masyarakat, terutama para petani.
“Tapi, aduh ini memang rakyat Jawa Timur ya tangannya tuh keras-keras. Rupanya Jawa Timur banyak petaninya ya, Bu, ya, emak-emaknya juga keras tangannya,” katanya.
“Habis dua-tiga kali kunjungan, waduh harus pakai minyak khusus aku. Tapi itulah risiko,” sambung Presiden.
Maung MV3 Garuda Limousine, Mobil Presiden Saat Ini
Saat ini, Presiden Prabowo menggunakan kendaraan dinas berupa MV3 Garuda Limousine, mobil kepresidenan buatan PT Pindad yang dikembangkan dari platform Maung MV3.
Kendaraan taktis nasional tersebut dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan keamanan kepala negara sekaligus mendukung mobilitas kepresidenan.
Mobil ini dibekali mesin turbo diesel berkapasitas 2.200 cc yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 202 PS dengan torsi 441 Nm.
Performa tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis delapan percepatan serta sistem penggerak empat roda atau 4x4, sehingga memungkinkan kendaraan melintasi berbagai medan dengan stabil.
Dari sisi ukuran, MV3 Garuda Limousine memiliki panjang sekitar 5,05 meter dengan bobot mendekati tiga ton.
Meski berukuran besar dan memiliki sistem proteksi tinggi, kendaraan ini tetap dirancang nyaman untuk perjalanan jarak jauh dengan daya tempuh hingga 500 kilometer.
Dilengkapi Kaca Antipeluru dan Interior VVIP
Sebagai mobil kepresidenan, aspek keamanan menjadi prioritas utama.
MV3 Garuda Limousine dilengkapi kaca antipeluru dengan standar perlindungan B5/B6, serta bodi berlapis composite armor yang diklaim mampu menahan tembakan peluru standar NATO kaliber 5,56 mm hingga 7,62 mm.
Mobil ini juga dibekali teknologi run flat tyre, sehingga ban tetap dapat digunakan meskipun mengalami kebocoran dalam kondisi darurat.
Tak hanya aman, interior kendaraan juga dirancang mewah dengan konsep VVIP limousine.
Di dalam kabin tersedia captain seat elektrik lengkap dengan leg rest, layar hiburan, kamera 360 derajat, pendingin minuman, hingga fasilitas konektivitas seperti WiFi portabel.
Kehadiran MV3 Garuda Limousine sekaligus menjadi simbol penguatan industri pertahanan nasional, karena seluruh proses pengembangannya dilakukan oleh PT Pindad sebagai perusahaan strategis milik negara.
Mobil ini juga mencerminkan modernisasi armada kepresidenan Indonesia yang menggabungkan unsur keamanan, kenyamanan, dan kebanggaan terhadap produk buatan dalam negeri.