Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pabrik tusuk sate di Tasikmalaya kebanjiran order jelang Idul Adha, salah satunya dirasakan produsen tusuk sate di wilayah Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya Senin (18/5/2026).
Untuk permintaan tusuk sate saat ini terus mengalami peningkatan hingga melonjak 100 persen dibandingkan hari biasa.
Meskipun begitu, bahan baku seperti bambu yang dijadikan tusuk sate tidak terbatas dan melimpah.
"Jelang IdulAdha permintaan tusuk sate hampir 100 persen naik," kata Karto ditemui TribunPriangan.com, di Kampung Panunggulan, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
Karto mengaku, lonjakan permintaan tersebut belum bisa dipenuhi sepenuhnya. Karena, keterbatasan kapasitas produksi.
Baca juga: Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Akan Lakukan Hal Ini Untuk Penataan Hutan Kota
"Kalau pesanan overload, banyak yang kami tolak sebenarnya. Sebab kami tidak mampu suplai," ungkapnya.
Ia menjelaskan, bahwa usahanya tak selamanya mulus. Kendala hujan yang sering turun tak terduga membuat suplai bahan baku tersendat.
"Kalau untuk bambu sendiri saya kira di wilayah Priangan tidak akan habis, tapi produksi kami tentu ada batasan," tambahnya.
Harga tusuk sate yang dijual saat ini mencapai Rp 17 ribu per kilo. Sedangkan untuk harga pack isi 400 tusuk dijual diharga Rp 4.500. Sementara, untuk produksi satu mesin menghasilkan rata-rata 250 kilogram tusuk sate basah.
"Di lokasi (Panunggulan) kita satu mesin. Dua mesin lainnya masing-masing ada di Cineam dan Cikalong. Total pekerja 18 orang, di pabrik induk di sini kita pekerjakan 8 orang," kata Karto.
Selain itu, untuk pemasaran tidak hanya menyasar Tasikmalaya, tapi daerah lain di Priangan Timur hingga ke Jakarta dan Jawa Timur.
"Untuk pemesan ini bukan cuma di area Tasikmalaya, tapi ada yang dari Jakarta, Surabaya. Jadi semua datang kesini langsung," jelasnya. (*)