Warga Berburu Ikan saat Pladu Sungai Brantas, BPBD Kota Kediri Bersiaga
Rendy Nicko May 18, 2026 10:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Puluhan personel gabungan disiagakan di sepanjang bantaran Sungai Brantas Kota Kediri saat kegiatan pladu atau flushing berlangsung, Senin (18/5/2026) sore. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya di tengah meningkatnya aktivitas warga yang memadati tepian sungai untuk mencari ikan.

Pemantauan dilakukan langsung oleh Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartikasari bersama Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto di kawasan Taman Brantas hingga sekitar Masjid Agung Kota Kediri.

Sebelum patroli dilakukan, petugas gabungan dari BPBD, TNI, PMI, RAPI, Rumah Zakat, serta relawan menggelar kesiapsiagaan untuk memastikan pengamanan selama pladu berlangsung berjalan optimal.

Endang Kartikasari mengatakan pemerintah sengaja meningkatkan pengawasan lantaran debit air Sungai Brantas diperkirakan naik pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi masyarakat yang terlalu dekat dengan aliran sungai.

Baca juga: Jumlah Jemaah Haji Kabupaten Nganjuk Bertambah, dari 731 Orang Menjadi 733 Orang

"Sekitar pukul 18.00 WIB aliran diperkirakan sampai di Kota Kediri. Nantinya debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. Karena itu masyarakat kami imbau untuk tetap berhati-hati dan tidak terlalu ke tepi sungai," katanya.

Menurut Endang, fenomena pladu setiap tahun selalu menarik perhatian warga, terutama mereka yang datang membawa jaring untuk mencari ikan di bantaran sungai. Namun pemerintah mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak mengabaikan faktor keselamatan.

"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada warga terpeleset atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto menjelaskan pihaknya telah melakukan mitigasi sejak sebelum pladu berlangsung. Sosialisasi dilakukan di sejumlah titik penyeberangan sungai, khususnya di wilayah Manisrenggo dan Ngronggo.

BPBD juga meminta para penambang penyeberangan untuk menghentikan aktivitas sementara apabila debit air meningkat dan kondisi sungai dinilai membahayakan. Pengawasan dilakukan secara berkala di titik-titik yang ramai didatangi masyarakat.

"Kondisi pladu identik dengan arus deras dan air keruh. Kalau terpeleset sedikit saja bisa berbahaya. Jadi kami minta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan," kata Joko.

Untuk mendukung pengamanan, BPBD Kota Kediri menyiagakan sekitar 30 personel gabungan lengkap dengan dua perahu karet dan perlengkapan penyelamatan air di sejumlah titik rawan. 

"Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat selama pladu berlangsung bisa menghubungi layanan darurat Lapor Mbak Wali 112 yang terhubung langsung dengan petugas BPBD Kota Kediri," ujarnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.