IdeaFest 2026 Usung Tema ReHumanize, Soroti Peran AI & Kreativitas
Ida Bagus Artha Kusuma May 18, 2026 09:34 PM

nextren.com - IdeaFest 2026 akan digelar pada 4-6 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, dengan tema "ReHumanize".

Memasuki tahun ke-15, festival kreatif ini kembali mempertemukan kreator, inovator, entrepreneur, komunitas, dan pelaku industri dari berbagai bidang.

Tema ReHumanize diangkat sebagai respons terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang makin cepat.

IdeaFest ingin mendorong industri kreatif agar tetap menempatkan manusia sebagai pusat inovasi, bukan sekadar mengejar efisiensi teknologi.

Desy Bachir, Co-chair IdeaFest, mengatakan bahwa ReHumanize menjadi gerakan kolektif di tengah percepatan teknologi.

"Tema 'ReHumanize' merupakan sebuah gerakan kolektif yang relevan di tengah percepatan teknologi saat ini. Kami percaya bahwa di balik setiap inovasi, harus selalu ada nilai kemanusiaan sebagai fondasi," kata Desy dalam siaran pers.

Menurut Desy, teknologi bisa kehilangan arah jika tidak dibangun dengan nilai kemanusiaan.

Karena itu, IdeaFest 2026 ingin menjadi ruang diskusi lintas industri untuk membahas inovasi yang tetap human-centered.

AI Makin Dekat dengan Dunia Kerja

Pemilihan tema ini juga sejalan dengan meningkatnya penggunaan AI di Indonesia.

Mengutip studi PwC Indonesia dalam siaran pers IdeaFest 2026, sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam aktivitas profesional selama setahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 16 persen memakai AI setiap hari.

Data itu menunjukkan bahwa AI sudah masuk ke ruang kerja dan proses kreatif masyarakat.

Namun, pertumbuhan AI juga menuntut pembahasan yang lebih luas, terutama soal etika, kesiapan manusia, dan dampaknya terhadap industri kreatif.

Indosat Ooredoo Hutchison turut mendukung IdeaFest 2026. Perusahaan melihat AI bukan hanya sebagai teknologi, tetapi juga alat untuk membantu manusia tetap terkoneksi, berkarya, dan membuka peluang baru.

Ovidia Nomia, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan kreativitas dan koneksi manusia tetap penting di tengah perkembangan AI.

"Teknologi dapat membantu mempercepat banyak hal, tetapi ide, empati, dan perspektif manusia tetap menjadi hal yang tidak tergantikan," ujar Ovidia.

Ia menegaskan bahwa AI seharusnya memperluas potensi manusia, bukan mengambil alih perannya.

Hadirkan Program Baru dan Brand Lokal

IdeaFest 2026 akan menghadirkan figur inspiratif dari berbagai sektor, mulai dari film, musik, fashion, teknologi, politik, F&B, komedi, olahraga, hingga budaya populer.

Festival ini juga membawa program baru bernama JKTGO SUPER CRAZY FESTIVAL hasil kolaborasi dengan JKT GO.

Program tersebut berupa bazar kurasi yang menampilkan lebih dari 200 brand lokal.

Stephanie Regina, Founder dan CEO Haloka Group sekaligus Braintrust IdeaFest 2026, menilai masyarakat kini mencari koneksi yang lebih bermakna.

Menurutnya, kreativitas berperan penting untuk membuat pesan terasa hidup, relevan, dan dekat dengan komunitas.

Sementara itu, Patrick Effendy, Founder of Creative Prompt, menilai inovasi harus dimulai dari masalah manusia, bukan dari teknologi semata.

"Inovasi harus dimulai dari masalah manusia, bukan teknologi itu sendiri, karena kreativitas, intuisi, dan pengambilan keputusan tetap menjadi keunggulan yang tidak tergantikan," kata Patrick.

Tiket IdeaFest 2026

IdeaFest 2026 berkolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) dan Indofood melalui brand Indomie, Pop Mie, Indomilk, serta Chitato Lite sebagai Official Sponsor.

Tiket IdeaFest 2026 dijual melalui Loket.com/ideafest2026 dengan harga mulai dari Rp350.000. Informasi rangkaian acara dapat dilihat melalui akun media sosial resmi @ideafestid.

Melalui tema ReHumanize, IdeaFest 2026 ingin mengingatkan bahwa masa depan industri kreatif tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi.

AI dapat mempercepat pekerjaan dan membuka peluang baru, tetapi kreativitas, empati, intuisi, dan pemahaman budaya tetap menjadi pembeda utama manusia.

Di tengah derasnya adopsi AI, tantangan terbesar bagi industri kreatif bukan sekadar menggunakan teknologi lebih cepat, tetapi memastikan teknologi benar-benar memberi nilai bagi manusia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.