Ini 5 Amalan Utama di Bulan Zulhijah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid
Pipit Maulidya May 19, 2026 01:05 AM

SURYA.CO.ID - Memasuki sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah, umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah karena keutamaannya yang disebut lebih besar daripada jihad di jalan Allah.

Namun, bagi kaum wanita yang sedang mengalami masa menstruasi (haid), sering muncul perasaan sedih karena tidak bisa menjalankan ibadah puasa sunah maupun salat.

Padahal, pintu pahala di bulan Zulhijah tidaklah tertutup bagi wanita haid.

Para ulama menegaskan bahwa masih banyak amalan mulia yang bisa dilakukan untuk meraih keberkahan di hari-hari istimewa ini.

Baca juga: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Puasa Tarwiyah Arafah Sebelum Idul Adha: Amalan Penghapus Dosa Dua Tahun

Berikut 5 amalan utama yang bisa dilakukan wanita haid selama bulan Zulhijah:

1. Memperbanyak Zikir (Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir)

Salah satu amalan yang paling dianjurkan di awal Zulhijah adalah memperbanyak zikir.

Rasulullah SAW bersabda untuk memperbanyak Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah), Tahlil (Laa ilaha illallah), dan Takbir (Allahu Akbar).

Wanita haid diperbolehkan dan sangat dianjurkan melantunkan zikir-zikir ini kapan pun dan di mana pun untuk menjaga hati tetap terpaut kepada Allah SWT.

Baca juga: BREAKING NEWS: Hasil Sidang Isbat Kemenag, Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei

2. Memperbanyak Istighfar dan Doa

Bulan Zulhijah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

Wanita haid bisa memanfaatkan waktunya untuk memohon ampunan (istighfar) serta memanjatkan doa-doa terbaik bagi diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara luas.

Tidak ada larangan bagi wanita haid untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta melalui untaian doa.

3. Bersedekah dan Berbagi Kebaikan

Pahala amal saleh di 10 hari pertama Zulhijah dilipatgandakan. Mengeluarkan sedekah, baik berupa uang, makanan, maupun bantuan tenaga, menjadi cara efektif untuk memanen pahala.

Memberi makan orang yang berbuka puasa sunah Arafah juga menjadi ladang pahala yang luar biasa bagi wanita yang sedang berhalangan.

4. Mendengarkan Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an

Meskipun terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hukum membaca Al-Qur'an bagi wanita haid, para ulama sepakat bahwa mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an adalah boleh dan berpahala.

Dengan mendengarkan murottal, hati akan tetap tenang dan terjaga dalam suasana ibadah.

5. Menuntut Ilmu Agama

Membaca buku-buku islami, mendengarkan ceramah di YouTube, atau menghadiri majelis taklim merupakan ibadah yang sangat mulia. Mencari ilmu termasuk dalam kategori fi sabilillah.

Wanita haid juga bisa memperdalam pengetahuan tentang makna kurban atau sejarah perjuangan Nabi Ibrahim AS di bulan Zulhijah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.