Para Pedagang di Inolobunggadue Central Park Konawe Punya Peluang Ikut Pelatihan Kembangkan Usaha
Desi Triana Aswan May 19, 2026 01:50 AM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Para pemilik usaha kecil mikro di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) Kota Unaaha, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini miliki peluang mengembangkan usaha, melalui pelatihan hingga bantuan permodalan.

Kerjasama ini ditawarkan oleh Forum Usaha Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah (UKM-IKM) Kabupaten Konawe.

Ketua Forum Rita Harmasan Papua mengajak para pemilik usaha untuk bergabung dan bersama memperjuangkan nasib pelaku usaha mikro kecil secara langsung. 

Ia mendatangi lapak-lapak para pedagang di ICP dan menawarkan peluang tersebut.

"Tidak ada biaya pendaftaran. Forum ini rumah kita bersama untuk memperjuangkan nasib pelaku usaha mikro kecil," kata Rita saat bertemu para pedagang di Kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) Kota Unaaha, Senin (18/5/2026) malam. 

Baca juga: Pria Berhelm Hitam Terekam CCTV Curi Sekarung Beras di Sebuah Kios di Abelisawah Konawe

Dalam kunjungannya di ICP, Ketua Forum UKM-IKM Konawe Rita, didampingi sekretaris Rasnawati, dan anggota pengurus, secara langsung berdialog bersama pedagang.

Sekaligus mendata para pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Izin Berusaha.

"Masih ada sebagian pemilik usaha di ICP sini belum memiliki NIB, ini yang kami data dan kami fasilitasi nantinya," ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut, Rita menyebut memberikan fasilitas pembuatan Nomor Induk Berusaha bagi pelaku usaha mikro kecil adalah salah satu program unggulan forum.

Yakni dengan menggandeng Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Konawe yang memiliki kewenangan memproses NIB dari usulan pelaku usaha.

Dengan NIB, pedagang memiliki identitas resmi sebagai pelaku usaha yang memberikan kepastian hukum.

Keuntungan utamanya meliputi kemudahan akses pembiayaan perbankan (seperti KUR), mempermudah pengurusan izin lanjutan dan sertifikasi (seperti Halal), serta memperbesar peluang memenangkan tender atau kemitraan bisnis.

Forum UKM-IKM Konawe juga akan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Konawe serta berbagai instansi teknis terkait untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan manajemen bisnis UMKM, mulai dari pembukuan sederhana, pemasaran digital, hingga strategi penjualan regional hingga ekspor produk unggulan layak ekspor.

Dalam hal permodalan, forum ini akan menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro untuk mengakses KUR ke Bank Sultra, BPR Bahteramas, dan sejumlah bank lainnya.

Salah satu pemilik usaha mainan di ICP, Imam (44) menyebut ada sekitar 18 owner mainan, 30 persen belum memiliki NIB.

"Kalau di ICP ada mainan dan kuliner, untuk area permainan ada sekitar 18 owner,  sekitar 70 persen sudah memiliki NIB khusus permainan mobile yang lapaknya di bawah," terang Imam

"Sedangkan 30 persen owner mainan non mobile belum memiliki NIB," ucapnya menambahkan.

Ia pun menyambut bahagia dengan kehadiran Forum UKM-IKM Konawe, yang dianggap memberi kemudahan bagi pemiki usaha. Ia bahkan menawarkan diri untuk terlibat aktif.

“Saya siap membantu pendataan sesama pelaku usaha di area ICP ini. Banyak pedagang yang belum terdata dengan baik. Dengan pendataan yang benar, bantuan dari pemerintah dan forum bisa tepat sasaran,” tegas Imam.

Sementara itu, Anggi Febriyanti (25), warga Kelurahan Tumpas, pemilik “Anggi Aksesoris”, mengaku merasa sangat terbantu dengan upaya forum yang akan memfasilitasi pembuatan NIB untuk lapaknya.

Toko aksesoris miliknya sering dikunjungi ibu-ibu serta kaum remaja.

“Selama ini saya jualan hanya mengandalkan izin seadanya. Saya tidak tahu cara urus NIB. Dengan adanya forum yang mau membantu, saya jadi lega. Semoga NIB saya bisa secepatnya terealisasi, sehingga usaha saya lebih dipercaya pembeli dan bisa diajak kerja sama dengan toko lain,” tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Annisa Nurdiassa)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.