Gebrakan SSFF 2026, Desainer Surabaya Nekat Sulap Batik Jadi Baju Olahraga Modis Super Nyaman
Dyan Rekohadi May 19, 2026 01:05 AM

 

SURYA.CO.ID , SURABAYA -  PADUAN  keindahan kain batik tradisional dengan fungsionalitas baju olahraga modis hadir di panggung bergengsi Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 di Ciputra World Surabaya, mulai Jumat hingga Minggu (15-17/5/2026).

Terobosan berani yang memicu decak kagum itu sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat urban terhadap gaya hidup sehat yang tetap terlihat estetik.

Tantangan Berat Tri Mutmainnah Racik Batik Mega Mendung

Panggung Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 menampilkan koleksi busana olahraga, wastra, dan lifestyle dalam satu panggung .

Mengusung semangat "Active, Stylish, Inspiring", SSFF 2026 membawa tren busana kekinian selaras dengan tingginya minat gaya hidup sehat.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para desainer di Surabaya, dalam membuat baju olahraga dengan nuansa atau unsur wastra seperti batik dan sebagainya.

Baca juga: Surabaya Sport Fashion Festival, Kolaborasi Olahraga dan Fesyen

 

Desainer Tri Mutmainnah mengaku antusias menyiapkan busana bertema sport.

Koleksi kali ini sekaligus memberikan tantangan baru baginya yang terbiasa membuat busana wastra ready to wear.

Ia mengusung tema Sagara, dengan pemilihan batik mega mendung pada tampilan baju olahraga yang bisa dikenakan untuk padel, running maupun basket.

“Saya pernah keluarkan koleksi wastra batik tapi belum pernah sport. Sulitnya pertama sport wear butuh ruang gerak nyaman, itu tantangan fashion desainer bagaimana tetap membuat karya cantik, menarik, berbasis budaya tapi harus nyaman saat olaharga,” akui Tri Mutmainnah kepada Tribun Jatim Network (Grup SURYA.CO.ID) di Ciputra World Surabaya, Sabtu (16/5/2026).

Saking semangatnya, ia mengaku ingin terus mengembangkan karyanya pada lini bidang ini.

Menurutnya busana sport wear dengan nuansa wastra memiliki peluang pasar tersendiri.

Untuk itu, ia mengaku kedepan akan memperbanyak survey atau research untuk menciptakan busana yang nyaman dengan tetap membawa budaya batik.

“Batik bisa diterapkan pada busana olahraga yang sekarang banyak digandrungi,” sebutnya.

“Memang lebih gampang yang biasa tapi sport ini peluang besar, sekarang lagi naik daun pasar olahraga. Jadi itu peluang kami menciptakan produk untuk market tersebut,” tambahnya.

Baca juga:  Amdatara Gelar Kompetisi Desain Batik Tema Nusantara Untuk Seragam Resmi

 

Kolaborasi Unik Gaya Jepang dan Sepatu Handmade Batik Madura

Sentuhan etnik pada lini pakaian aktif itu kian kaya berkat kreativitas perancang lain yang memadukan kultur lokal dengan konsep internasional.

Selain Tri Mutmainnah, Ku-Semai berkolaborasi dengan Damia Shoes memadukan busana sport dan penggunaan sepatu handmade.

Senada dengan Tri Mutmainnah, membuat busana sport dipadu wastra jadi tantangan tersendiri.

Kenyamanan baju untuk gerak bebas aktivitas dan sentuhan pilihan wastra jadi perhatian.

“Sebetulnya saya bukan rancang baju sport, tapi karena tema sport kami sesuaikan dan angkat wastra. Bahannya asa wastra dan denim terinspirasi dari busana Jepang. Spesial koleksi kali ini, soalnya saya bukan (desainer) dari baju olahraga jadi harus menyesuaikan tema, supaya nyaman dan tantangan sendiri,” sebutnya.

Sementara Chika dari Damia Shoes mengenalkan koleksi sepatu hand made dari batik Madura.

Ia sengaja menaruh unsur wastra pada sepatu koleksinya sebagai pembeda.

“Soal sepatu ini kami padukan kain batik Madura, batik tulis dan cap. Yang mana bukan unsur batiknya saja yang saya print tetapi memakai kain batik di sepatu, material genuine leather untuk jalan santai atau zumba,” sebutnya.

Pada lini bisnisnya, ia membuat beberapa jenis sepatu batik seperti heels, fashion sepatu batik tapi keunggulan kami sneakernya.

Ada tiga sneakers itu low-top, high-top, semi boots dan slip on dan pasti melibatkan kain batik cap maupun tulis.
Kami kombinasikan atasan bawahan, menggunakan wastra,” tutupnya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.