Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Warga antusias menangkap ikan di bawah Jembatan Ngujang 2 di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, pada Senin (18/5/2026) sore.
Sasarannya adalah ikan-ikan yang mabuk karena proses flushing atau dikenal warga dengan sebutan pladu, di Bendungan Wlingi dan Lodoyo di Kabupaten Blitar.
Baca juga: Rugikan Penyanyi Dangdut Rp1,8 M untuk Biaya Nikah, Novita Pelaku Arisan Bodong Diusir Ibu Mertuanya
Meski menjelang malam, warga tetap masuk ke air menggunakan aneka alat penangkap ikan, seperti jaring, serok, senapan angin, bahkan alat setrum ikan yang dilarang.
Warga berharap, air segera surut sehingga ikan-ikan mabuk muncul ke permukaan sehingga mudah ditangkap.
Bahkan banyak warga yang nekat berenang, menyeberang ke delta Sungai Brantas.
Delta yang sebelumnya disulap jadi lahan tebu ikut kebanjiran saat air dari Bendungan Wlingi dan Lodoyo dilepas.
Upaya nekat menyeberangi aliran Brantas ini membuahkan hasil, karena banyak ikan mabuk terjebak di antara barang tebu yang terendam air.
"Kuncinya mencari air yang tergenang, bukan aliran Sungai yang deras," ucap seorang pencari ikan, Sukram (55).
Dalam waktu kurang dari 30 menit, Sukram mendapatkan ikan berbagai ukuran sebanyak satu karung kecil.
Berat ikan yang didapat sekitar 10 kg dari berbagai jenis, seperti tawes, bader, gabus, sampai ikan bekel yang jadi favorit.
Bekel yang mirip ikan patin mempunyai patil yang panjang, tajam dan beracun, namun dagingnya dikenal sangat lezat.
"Lumayan, ikannya cukup banyak di tengah (di delta sungai). Cukup buat keluarga," ujarnya sambil berlalu membawa hasil tangkapannya.
Warga lainnya, Ermanto (46) mengaku mencari ikan dari arah hulu, saat bendungan di Kabupaten Blitar ini dibuka.
Setelah banyak menangkap ikan di wilayah Blitar, ia dan temannya pindah ke arah hilir, mencari wilayah yang debit airnya masih tinggi.
Sementara hasil tangkapan dari Blitar sudah diserahkan ke keluarga untuk diolah.
"Dari Blitar pindah ke Jembatan Ngujang 2, di sini airnya masih tinggi."
"Menunggu airnya dangkal, baru turun ke sungai," katanya.