Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pembangunan infrastruktur rekontruksi jalan ruas Pekukuhan-Ngoro, tepatnya di Jembatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, masih terus dikebut.
Jalan raya yang semula aspal, kini diganti dengan jalan beton agar lebih kokoh.
Baca juga: Pengendara Sepeda Motor Pelat Merah Kabur usai Tabrak Pengemudi Sepeda di Malang
Progres pengerjaan hampir rampung dan ditargetkan rampung pada 24 Juni 2026 nanti.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah mengatakan, pergantian material dari aspal ke beton untuk memperkuat struktur jalan.
"Progres rekonstruksi jalan Pekukuhan-Ngoro sudah mencapai 77,626 persen," ujar Yuni, Senin (18/5/2026).
Sebelumnya, beberapa segmen aspal mengalami kerusakan parah akibat beban berat.
Jalan ini adalah jalur ekonomi, truk niaga dari arah Mojosari menuju kawasan industri Ngoro Industrial Park (NIP).
Dikatakan Yuni, jalan aspal diubah menjadi beton untuk meningkatkan daya tahan terhadap lalu lintas harian yang padat, terutama untuk kendaraan truk.
"Rekonstruksi jalan lebih awet dan sesuai standar, apalagi di situ banyak industri kita mendesain jalan lebih dari lalu lintas harian rata-rata," jelasnya.
Ia berharap, perbaikan jalan dapat memperlancar konektivitas masyarakat, sekaligus mendukung jalur ekonomi di wilayah tersebut.
"Sehingga, dampaknya bisa mengurangi biaya pemeliharaan dan memperlancar ekonomi," pungkas Yuni.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya menambahkan, perbaikan ruas Pekukuhan-Ngoro adalah jalan kabupaten yang memang perlu penanganan segera.
Pengerjaan dilakukan pada sisi jalan, yang saat ini menunggu beton mengeras sehingga pada tahap selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh pengguna jalan.
"Pembangunan jalan kabupaten, untuk konstruksi dari aspal menjadi beton," tukasnya.