TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Bencana banjir di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, hingga kini masih belum surut.
Hingga Selasa pagi, 19 Mei 2026, sedikitnya 15 desa terdampak banjir akibat meningkatnya debit air Sungai Kayan dan sejumlah anak sungainya setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Kapolsek Kayan Hilir, AKP Nikadelis Dekok, mengatakan pihaknya bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan perkembangan banjir di lapangan.
“Dari hasil monitoring pagi ini, debit air Sungai Kayan masih terus meningkat. Kenaikannya dibanding hari sebelumnya sekitar 1 hingga 2 meter, sehingga menyebabkan sejumlah desa di tepian sungai terendam,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.
Berdasarkan data sementara Polsek Kayan Hilir, dari total 43 desa di kecamatan tersebut, sebanyak 15 desa telah terdampak banjir.
Baca juga: Kayan Hulu Terdampak Banjir di Sintang hingga 22 Desa, Terendam dan Kerusakan Infrastruktur
Desa-desa yang terdampak yakni Desa Pakak, Landau Beringin, Neran Baya, Nanga Mau, Melingkat, Batu Netak, Sungai Garong, Sungai Sintang, Sungai Buaya, Lengkong Bindu, Nyangkom, Jaya Sakti, Mekar Mandiri, Pelaik, dan Nanga Tikan.
Jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1.590 kepala keluarga (KK). Ketinggian air bervariasi mulai dari 1 hingga 3 meter.
Beberapa titik terdalam berada di Desa Pakak, Landau Beringin, Sungai Garong, Jaya Sakti, dan Nanga Tikan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut.
Sebagian warga yang rumahnya terendam memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga maupun tetangga yang berada di dataran lebih tinggi. Hingga kini juga belum didirikan posko pengungsian terpusat.
Selain merendam permukiman warga, banjir mulai mengganggu akses transportasi di wilayah Kayan Hilir.
Beberapa ruas jalan provinsi dilaporkan tergenang, terutama jalur dari Nanga Mau menuju Sintang maupun sebaliknya.
Genangan air terjadi di kawasan Desa Jaya Sakti, Desa Mekar Mandiri, hingga jalur Nanga Mau–Tebidah Sungai Menuang, sehingga arus lalu lintas kendaraan menjadi terhambat.
Tidak hanya itu, Kantor Polsek Kayan Hilir juga ikut terendam banjir dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 1,5 meter.
Kondisi tersebut turut menghambat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Kantor Polsek saat ini juga sudah tergenang. Untuk menghindari risiko korsleting listrik, aliran listrik sementara kami matikan. Namun pelayanan dan pemantauan tetap berjalan menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata Nikadelis.
Ia menambahkan, Polsek Kayan Hilir bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur masyarakat setempat telah menyiapkan langkah penanganan, termasuk pendataan warga terdampak serta koordinasi penyaluran bantuan apabila kondisi banjir semakin parah.
Menurutnya, banjir di Kayan Hilir sangat dipengaruhi tingginya curah hujan di wilayah hulu, khususnya Kecamatan Kayan Hulu.
Jika intensitas hujan di wilayah hulu terus meningkat, maka potensi banjir di desa-desa sepanjang bantaran Sungai Kayan dan Sungai Inggar diperkirakan masih akan bertambah.
“Monitoring terus kami lakukan karena situasi masih berkembang. Ada kemungkinan jumlah desa terdampak akan bertambah apabila debit air terus naik,” pungkasnya.