Jemaah Haji Dalam Kondisi Tidak Sehat Diminta Tak Memaksakan Diri, Lontar Jumroh Bisa Dibadalkan
Dewi Agustina May 20, 2026 06:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff mengingatkan jemaah haji agar tidak memaksakan diri saat menjalani lontar jumrah di Mina apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Maria mengatakan terdapat mekanisme badal lontar sebagai keringanan syariat bagi jemaah yang sakit atau berisiko tinggi.

Baca juga: Anggota Timwas Haji DPR RI Temukan Beberapa Jamaah Lansia Pingsan Usai Lempar Jumroh di Mina

Lontar jumroh adalah salah satu rangkaian ibadah dalam haji, tepatnya bagian dari manasik di Mina. 

Jamaah melemparkan batu kecil ke tiga jumroh (Ula, Wustha, dan Aqabah) sebagai simbol penolakan terhadap setan dan keburukan.

Badal lontar jumroh, perwakilan melemparkan batu untuk orang yang tidak mampu, dengan niat khusus untuk orang yang diwakili.

 

 

"Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat pun memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, setibanya di kawasan Jamarat jemaah dijadwalkan melaksanakan lontar Jumrah Aqabah mulai pukul 10.00 pagi waktu Arab Saudi hingga selesai, sebelum kembali ke tenda untuk menjalani mabit.

Maria mengimbau jemaah membawa perlengkapan yang diperlukan selama perjalanan menuju lokasi lontar jumrah.

Perlengkapan itu seperti air minum, makanan ringan, topi, dan payung. 

Jemaah juga diminta memastikan kondisi tubuh tetap fit sebelum berangkat.

"Kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi sangat penting dalam fase ini, dan kami harap jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada petugas," ujarnya.

Selain lontar Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah, jemaah juga akan menjalani mabit di Mina dan melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wusta pada 11 hingga 13 Zulhijah 1447 Hijriah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Menurut Maria, jemaah yang mengambil Nafar Awal ditargetkan menyelesaikan rangkaian ibadah pada 12 Zulhijah, sedangkan jemaah Nafar Tsani pada 13 Zulhijah.

Pemerintah juga menargetkan seluruh pergerakan jemaah kembali dari Mina menuju Makkah selesai sebelum pukul 15.00 waktu Arab Saudi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.