KemenHAM RI Soroti Penahanan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan
Facundo Chrysnha Pradipha May 20, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) melalui Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, Thomas Harming Suwarta, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penculikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Dua di antaranya merupakan jurnalis Media Republika pada Senin malam waktu setempat.

“Kedua jurnalis tersebut saat itu sedang berada dalam pelayaran kapal-kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) dalam rangka melaksanakan tugas misi kemanusiaan. Dan bukan baru kali ini saja mereka mengikuti misi ini, tetapi sudah pernah sebelumnya juga,” kata Thomas usai bertemu Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, di Kantor KemenHAM RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Lebih lanjut, Thomas mengungkapkan dua jurnalis yang diculik bernama Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody).

Keduanya berada di dalam konvoi kapal yang bertujuan mengirimkan bantuan logistik kepada para pengungsi di Gaza.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan GSF di perairan internasional.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.

Adapun terkait penanganan kasus penculikan tersebut, Thomas menyampaikan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tengah berupaya keras memastikan pembebasan WNI beserta awak misi kemanusiaan yang ditahan.

“Kami mendapat informasi bahwa pihak otoritas diplomatik Indonesia telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin keselamatan serta mempercepat proses pemulangan para WNI yang terlibat dalam misi tersebut,” jelas Thomas.

Thomas menambahkan pemerintah terus memantau perkembangan situasi melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI tersebut.

Baca juga: Israel Tangkap 5 Relawan, Dudung Sebut 4 WNI di Kapal GSF Kondisi Rawan

Langkah fasilitasi perlindungan juga disiapkan secara maksimal seiring situasi yang berkembang cepat.

Pemerintah turut menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitas perlindungan dan percepatan pemulangan apabila diperlukan.

“Kita tentu terus melakukan pemantauan dari waktu ke waktu untuk memastikan kondisi WNI kita dalam keadaan selamat dan bisa segera dibebaskan,” pungkas Thomas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.