Viral Pondasi KNMP Leato Selatan Menggantung, Pemprov Gorontalo Janji Perbaikan Cepat
Wawan Akuba May 20, 2026 08:47 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kerusakan fasilitas di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, dipastikan segera diperbaiki.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menyebut proses penanganan telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta kontraktor pelaksana, karena proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Arianto Husain, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah muncul kerusakan pada bagian shelter docking di kawasan KNMP.

Baca juga: 11 Ribu KPM Dicoret Kemensos, Begini Cara Cek Apakah Bansosmu Masih Aktif atau Tidak

“Soal dermaga, saya sudah berkoordinasi dengan KKP dan Dinas Perikanan Kota untuk memastikan kondisi di lapangan serta mencegah dampak yang lebih besar,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan terjadi pada bagian pinggir shelter docking yang juga berfungsi sebagai tebing penahan bangunan.

Menurut Arianto, kondisi tersebut diduga dipicu tingginya debit air hujan yang bertemu dengan air pasang sehingga menyebabkan tanah di sekitar bangunan menjadi labil.

KNMP LEATO SELATAN -- Kondisi shelter di KNMP Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang nyaris ambruk karena pondasinya tergerus air sungai, Selasa (19/5/2026).
KNMP LEATO SELATAN -- Kondisi shelter di KNMP Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang nyaris ambruk karena pondasinya tergerus air sungai, Selasa (19/5/2026). (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

“Debit air hujan yang besar bertemu dengan air pasang kemungkinan menyebabkan tanah di sekitar bangunan menjadi labil,” jelasnya.

Meski demikian, Arianto memastikan perbaikan segera dilakukan karena masih menjadi tanggung jawab penyedia proyek.

Ia menerangkan, informasi tersebut diperoleh langsung dari KKP melalui kontraktor pelaksana.

“Informasi dari KKP melalui kontraktor pelaksana, proses perbaikan pada bagian yang rusak akan segera dilakukan karena masih dalam masa pemeliharaan,” ungkap Arianto.

Ia juga mengaku telah meminta agar penanganan dilakukan secepat mungkin sekaligus menyiapkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Saya sudah meminta agar segera ditindaklanjuti sekaligus mencari strategi agar kejadian ini tidak berulang,” katanya.

Kerusakan terjadi pada area shelter sortir dan pengepakan ikan serta shelter docking yang berada di jalur keluarnya air dari sungai musiman di kawasan tersebut.

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi pada Selasa (19/5/2026), sejumlah pondasi bangunan tampak tergerus arus hingga nyaris ambruk.

Kerusakan terjadi di kawasan permukiman nelayan yang menjadi salah satu dari dua titik pembangunan KNMP di Leato Selatan.

Titik pertama berada di dekat Pelabuhan Penyeberangan (Ferry) Gorontalo, sementara titik kedua berada di kawasan permukiman yang difungsikan sebagai dermaga nelayan.

Di lokasi yang mengalami kerusakan terdapat tiga bangunan utama, yakni shelter sortir dan pengepakan ikan, shelter docking, serta shelter perbaikan jaring.

Dua bangunan yang terdampak paling parah adalah shelter sortir dan pengepakan ikan di sisi kanan, serta shelter docking di sisi kiri.

Kedua bangunan itu berdiri tepat di area jalur keluarnya air dari sungai musiman yang mengalir deras saat hujan mengguyur wilayah tersebut beberapa hari lalu.

Akibatnya, pondasi bangunan terkikis arus. Di shelter sortir dan pengepakan ikan, tiga tiang lampu terlihat nyaris roboh karena bagian bawah pondasinya sudah tergerus.

Sementara di shelter docking, kondisi pondasi juga tampak menggantung dan rawan ambruk.

Garis larangan kini telah dipasang di sekitar bangunan yang kondisinya nyaris ambruk tersebut.

Seorang warga setempat, Emi S. Nani, yang rumahnya berada tepat di depan kawasan itu, mengaku kerusakan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Saat ditemui di lokasi, Emi menjelaskan air dari kawasan permukiman bagian atas mengalir deras menuju kali mati yang berada tepat di samping bangunan KNMP.

Dalam keterangannya, Emi mengatakan bangunan tersebut sebenarnya baru rampung sebelum Desember 2025 dan belum lama diresmikan Presiden Prabowo.

“Rusak gara-gara hujan, air dari atas,” ujarnya.

Ia mengaku menyaksikan langsung derasnya arus saat banjir terjadi beberapa hari lalu. Bahkan, saat itu dirinya juga berusaha menyelamatkan pondasi rumah miliknya yang berada di tepi kali mati.

“Saya ada di sini, saya menjaga supaya pondasi rumah saya tidak terbongkar,” katanya.

Menurut Emi, sejak kondisi tersebut viral, sejumlah pihak telah datang meninjau lokasi kerusakan.

“Sudah ada juga masyarakat sini yang mempostingnya,” lanjutnya.

Ia juga membandingkan kondisi pondasi baru KNMP dengan pondasi lama di dekat jembatan yang dinilainya masih kokoh hingga saat ini.

“Pondasi itu (jembatan) sudah cukup lama berdiri, sejak tahun 1993,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.