Tuai Polemik, Distaru Masih Hentikan Pembangunan Lapangan Padel Dekat Sekolah AIS Bekasi
Joseph Wesly May 20, 2026 11:50 AM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, PONDOK GEDE- Polemik pembangunan lapangan padel di dekat Asshodriyah Islamic School (AIS) Bekasi, Jalan Caman Raya, Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, masih terus berlanjut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) hingga kini masih menghentikan sementara proses pembangunan lapangan olahraga tersebut.

Penghentian itu dilakukan sejak Jumat (8/5/2026) hingga kini, Selasa (19/5/2026).

Distaru Masih Hentikan Pembangunan

Kepala Distaru Kota Bekasi, Arief Maulana mengatakan, penghentian sementara dilakukan meski sebelumnya telah dilakukan rapat pembahasan dan mediasi antara pemilik lapangan padel dengan pihak AIS Bekasi.

"Masih diberhentikan sementara, sambil dilihat nanti situasi dan kondisi, dan juga melihat dari persoalan terkait dengan pelaksanaan pembangunannya," kata Arief, Rabu (20/5/2026).

Arief menjelaskan, pihak pengelola lapangan padel diberikan waktu untuk melakukan diskusi lanjutan terkait sejumlah kekhawatiran yang disampaikan pihak sekolah dan warga sekitar.

Hanya saja berdasarkan sisi tata ruang, pembangunan lapangan padel tersebut dinyatakan sesuai aturan karena berada di zona jasa dan perdagangan.

Namun demikian, pelaksanaan pembangunan tetap harus memperhatikan lingkungan sekitar agar tidak memicu persoalan baru.

“Artinya bahwa dari segi perizinan tata ruang, betul sesuai karena di situ zonanya jasa dan perdagangan. Namun demikian, di dalam pelaksanaannya ya harus saling menghormati, harus saling menghargai supaya semua bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” jelasnya.

Pemkot Bekasi Kaji Dampak Kebisingan dan Kemacetan

Arief menuturkan, ke depan, sejumlah instansi akan dilibatkan untuk mengkaji dampak yang dikhawatirkan masyarakat terkait lapangan padel itu.

Diantaranya terkait kekhawaturan kebisingan hingga potensi kemacetan di kawasan tersebut.

“Nanti itu juga kan melibatkan dari kaitan dikhawatirkan bising nanti kan dari Lingkungan Hidup (LH), kaitan dengan kekhawatiran macet segala macam nanti dari Dinas Perhubungan Dishub), kemudian kaitan dengan keselamatan ya kita minta pertanggungjawaban dari kontraktor, konsultan pengawas, ya harus bisa menjamin semuanya,” tuturnya.

AIS Bekasi Tolak Lapangan Padel Dekat Sekolah

Sebagai informasi, pembangunan lapangan padel di Jalan Caman Raya Jatibening, menuai kritik dari pihak sekolah AIS dan orangtua murid.

Keberatan itu timbul karena lokasi pembangunan disebut berdempetan langsung dengan area sekolah dan dinilai berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.

"Kami dari pihak sekolah Asshodriyah Islamic School sangat menolak dengan adanya lapangan padel di belakang sekolah kami. Yang mana begitu dekat dengan lingkungan anak-anak," kata Kepala AIS Bekasi, Ahmad Baidowi saat ditemui di lokasi, Jumat (8/5/2026).

Ahmad menjelaskan, pihak sekolah sejak awal telah menyampaikan keberatan terkait pembangunan lapangan olahraga tersebut

Menurutnya, pihaknya khawatir aktivitas di lapangan padel nantinya justru memunculkan kebisingan yang mengganggu konsentrasi siswa saat belajar.

"Ke depannya kami mengkhawatirkan mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak kami," jelasnya.

Berkaitan keresahan itu, Ahmad menuturkan, pihak sekolah sempat melayangkan surat keberatan ke sejumlah instansi sejak awal tahun 2026.

Mulai dari Wali Kota, Dinas Tata Ruang (Distaru), Kecamatan, hingga Kelurahan.

Dulunya, lahan yang kini tengah dibangun sarana olahraga tersebut merupakan area penjualan tanaman hias.

Setelah masa kontrak berakhir pada Oktober 2025, lokasi tersebut digusur dan dilakukan pembangunan.

Kemudian pembangunan sempat dihentikan sementara saat Ramadan lantaran izin belum lengkap.

Selepas Idul Fitri, pembangunan kembali berjalan setelah izin dikabarkan telah terbit.

"Ramadan itu sempat stop pembangunan karena belum ada izin. Setelah Idul Fitri tiba-tiba izin itu keluar untuk mendirikan lapangan padel ini," ucapnya.

Orangtua Murid Keluhkan Gangguan dan Keselamatan

Tak hanya pihak sekolah, penolakan juga datang dari para orangtua murid.

Seorang wali murid AIS Bekasi, Moniqe menilai pembangunan tersebut tidak memperhatikan aspek keselamatan siswa.

Sebab menurutnya, pihak manajemen padel tidak menyediakan pembatas maupun pengaman selama proses konstruksi berlangsung.

"Dari proses pembangunannya aja itu sudah berisik dan tidak safety. Harusnya kalau bangun ada jaring pengaman atau pembatas. Tapi sampai hari ini enggak ada," kata Moniqe.

Menurut Moniqe, suara aktivitas pembangunan bahkan terdengar hingga ke dalam kelas dan mengganggu kegiatan sekolah.

Satu contohnya terjadi saat pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), suara pembangunan membuat siswa tidak fokus mengikuti pembinaan dari guru.

"Pas upacara Hardiknas kemarin, anak-anak jadi enggak fokus karena dengar suara pembangunan dari belakang," jelasnya.

Petisi Penolakan Ditandatangani Hampir 2.000 Orang

Resah dengan hal itu, Moniqe menuturkan para orangtua murid mulai melakukan petisi penolakan pembangunan lapangan padel tersebut.

Sejak Rabu (6/5/2026) hingga kini, petisi itu telah ditandatangani hampir 2.000 orang.

"Kami pasang spanduk penolakan dan bikin petisi juga. Sampai sekarang sudah 1.900 lebih yang isi petisi," tuturnya.

Selain itu, Moniqe para orangtua juga ramai-ramai menyuarakan keluhan melalui media sosial (Medsos) dengan menandai sejumlah pejabat daerah agar persoalan tersebut segera mendapat perhatian.

"Kami berharap izin ini bisa ditinjau lagi. Kalau bisa dibatalkan ya dibatalkan demi keamanan dan kenyamanan anak-anak belajar," harapnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.