TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kuliner di Klaten, Jawa Tengah, tak kalah dari Solo.
Ya, Klate yang berada di antara Yogyakarta dan Solo, kini mulai dikenal sebagai salah satu surga kuliner tersembunyi di Jawa Tengah.
Beragam hidangan khas dengan cita rasa autentik membuat banyak wisatawan sengaja mampir untuk berburu makanan legendaris maupun kuliner kekinian.
Baca juga: 7 Rekomendasi Pasar Tradisional di Solo : Spot Belanja, Kulineran, hingga Wisata Sejarah
Dari warung sederhana hingga resto unik, semuanya menawarkan pengalaman rasa yang sulit dilupakan.
Berikut lima kuliner Klaten yang paling populer dan wajib masuk daftar kunjunganmu saat berwisata ke kota ini.
Ayam Panggang Mbah Dinem sudah lama dikenal sebagai kuliner legendaris di Klaten.
Mengusung resep turun-temurun, ayam diolah tanpa santan maupun minyak, melainkan dibumbui khas lalu dipanggang secara tradisional menggunakan kuali tanah liat.
Proses ini menghasilkan daging ayam yang empuk dengan bumbu meresap sempurna serta aroma asap yang khas.
Harga satu porsi pun masih terjangkau, sehingga cocok untuk semua kalangan. Tak heran jika tempat ini selalu ramai pengunjung dari berbagai daerah.
Lokasinya ada di Jl. Sungkur Semangkak, Klaten.
Baca juga: Rekomendasi Wisata di Boyolali Jateng : Bukit Sanjaya Tawarkan Latar Megah Merapi dan Merbabu
Berdiri sejak akhir 1990-an, Soto Seger Hj. Fatimah menjadi salah satu ikon kuliner Klaten.
Kuah beningnya yang segar dan ringan membuat soto ini digemari banyak orang.
Cita rasanya berasal dari kaldu daging sapi dan ayam kampung yang gurih namun tidak membuat enek.
Pengunjung juga bisa menambahkan berbagai lauk seperti sate paru, tempe goreng, hingga perkedel.
Harganya sangat ramah di kantong, menjadikannya favorit untuk sarapan maupun makan siang.
Lokasinya ada di Jl. Mayor Kusmanto No.36, Tegaltalang, Semangkak, Klaten.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Karanglo di Klaten : Dipercaya Terkait Letusan Dahsyat Gunung Merapi Masa Lampau
Kuliner ini sudah melegenda dan kini dikelola hingga generasi kedua.
Tahu Kupat Pak Lempok terdiri dari tahu goreng, ketupat, dan tauge segar yang disiram kuah khas berbahan gula jawa.
Berbeda dari kupat tahu pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang, cita rasa manis gurih dari kuahnya menjadi daya tarik utama.
Pengunjung juga bisa menyesuaikan tingkat pedas sesuai selera, membuatnya semakin digemari berbagai kalangan.
Lokasinya ada di Gedung Dharma Wanita, Sungkur, Semangkak, Klaten, Jawa Tengah.
Baca juga: Rekomendasi Wisata di Klaten : Waterpark Galuh Tirtonirmolo Prambanan Tawarkan Paket Lengkap
Jika ingin suasana makan yang lebih modern, Ketjeh Resto bisa jadi pilihan.
Konsepnya unik karena pengunjung makan di area dangkal berair, sesuai dengan arti “ketjeh” dalam bahasa Jawa.
Resto ini menyajikan berbagai menu nusantara seperti ikan bakar, ayam goreng, nasi liwet, hingga menu internasional.
Selain kuliner, tersedia juga wahana outbound yang menambah pengalaman wisata semakin seru dan berbeda dari resto pada umumnya.
Lokasinya ada di Area Wisata De, Area Sawah/Kebun, Wangen, Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Baca juga: Persis Solo Didenda Rp25 Juta oleh Komdis PSSI, Bukan Gara-gara Flare
Kuliner unik ini berbeda dari soto pada umumnya karena disajikan tanpa kuah
Soto Garing Bu Yati atau “Toring” sudah ada sejak era 1970-an dan menjadi pelopor soto kering di Klaten.
Isian daging dan bumbu disajikan dalam keadaan kering, menghasilkan rasa gurih yang khas dan unik.
Dengan harga yang sangat terjangkau, kuliner ini tetap bertahan dan memiliki pelanggan setia hingga sekarang.
Lokasinya ada di Pasar Delanggu, Jl. Raya Solo - Yogyakarta Blok F No. 18, Jogopotro, Sabrang, Klaten.
(*)