Puncak Haji 1447 H Dimulai Pekan Depan, Jemaah Bengkulu Diimbau Siapkan Fisik dan Kesehatan
Hendrik Budiman May 20, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Bengkulu mengingatkan jemaah haji asal Bengkulu untuk menjaga kondisi fisik menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Bengkulu, Intihan melalui Katim Dokumen Haji Kanwil Kemenhaj Provinsi Bengkulu, Allazi, mengatakan fase Armuzna akan berlangsung pada 25 hingga 30 Mei 2026.

Sementara puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 atau bertepatan dengan 9 Zulhijah 1447 Hijriah.

“Puncak ibadah haji berlangsung saat wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026. Karena itu jemaah diminta mulai menjaga kondisi fisik dan kesehatan sejak sekarang,” ujar Allazi kepada TribunBengkulu.com, Rabu (20/5/2026).

Jemaah Bergerak ke Arafah pada 25 Mei 2026

Seluruh jemaah haji akan mulai diberangkatkan secara bertahap dari Makkah menuju Padang Arafah pada Senin, 25 Mei 2026.

Setibanya di Arafah, jemaah akan menempati tenda-tenda yang telah disiapkan sambil memperbanyak ibadah dan mempersiapkan diri menghadapi wukuf keesokan harinya.

Menurutnya, fase Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji karena melibatkan jutaan jemaah dalam pergerakan besar secara bersamaan.

Baca juga: 4 Jemaah Haji Bengkulu Selatan Selesai Jalani Umrah, Kini Bersiap Jalani Puncak Haji

“Mobilitas jemaah sangat tinggi selama Armuzna, sehingga kesehatan dan stamina harus benar-benar dijaga,” katanya.

Wukuf di Arafah sendiri dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 waktu Arab Saudi. Pada momen tersebut, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, serta melakukan muhasabah diri.

Perjalanan Dilanjutkan ke Muzdalifah dan Mina

Usai pelaksanaan wukuf, jemaah secara bertahap akan diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan rangkaian ibadah di Mina.

Pemerintah Indonesia bersama otoritas Arab Saudi disebut telah menyiapkan skema pengaturan pergerakan jemaah agar pelaksanaan puncak haji berlangsung tertib dan aman.

Jjemaah asal Bengkulu mematuhi arahan petugas selama berada di Armuzna guna menghindari kendala di lapangan.

“Jemaah diharapkan tetap disiplin mengikuti arahan petugas agar seluruh proses ibadah berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.