Tiga Hal yang Kami Pelajari dari Kekalahan Tottenham Saat Pertarungan Degradasi Semakin Dekat
Budi Santoso May 20, 2026 05:38 PM

Tottenham Hotspur kembali gagal mematahkan kutukan mereka di Stamford Bridge setelah kalah 2-1 dari Chelsea.

Ketakutan Spurs akan degradasi tetap menghantui setelah Enzo Fernández dan Andrey Santos mencetak gol yang membuat laga terakhir musim ini di kandang melawan Everton menjadi sangat menegangkan bagi tim asuhan Roberto De Zerbi.

Ini menjadi laga lain yang terlewatkan sebagai kesempatan emas bagi Spurs, yang kini harus berjuang hingga pertandingan terakhir bersama West Ham dalam perebutan tempat bertahan di Liga Primer Inggris.

Ancaman degradasi Tottenham kini mencapai titik genting setelah rekor buruk mereka melawan Chelsea berlanjut dengan kekalahan kedelapan secara beruntun di Stamford Bridge.

Spurs sebelumnya gagal memperlebar jarak dari West Ham ketika bermain imbang melawan Leeds di kandang pekan lalu, dan kembali kehilangan kesempatan setelah tim asuhan David Moyes juga terpeleset.

Roberto De Zerbi kini hanya memiliki satu kesempatan terakhir untuk memastikan Spurs tetap bertahan di Liga Primer.

Meski begitu, tim asuhan De Zerbi masih menjadi favorit untuk selamat, mengingat West Ham kalah dalam tiga pertandingan terakhir mereka, namun laga terakhir musim selalu berpotensi menghadirkan kejutan.

Spurs harus berhati-hati agar tidak kehilangan posisi ke-17 di saat-saat terakhir. West Ham memang terlihat menurun dalam beberapa pekan terakhir, namun masih memiliki peluang, dan tekanan bisa memengaruhi tim mana pun dalam situasi seperti ini.

Kini sudah 41 kali Tottenham berkunjung ke Stamford Bridge tanpa kemenangan.

Spurs terakhir kali menang di stadion tersebut pada tahun 2018, ketika Dele Alli mencetak dua gol indah untuk membalikkan keadaan.

Skuad Spurs saat ini masih jauh dari performa tim era Mauricio Pochettino, yang kala itu menikmati banyak kemenangan bersejarah dalam derbi London.

Mereka kini berjuang untuk bertahan hidup dan kekalahan ini memberi West Ham secercah harapan tambahan, sementara Chelsea berhasil menuntaskan kemenangan ganda atas rival sekota mereka di kompetisi liga.

Meski datang ke laga ini dengan status tim yang sedang dalam performa lebih baik, Spurs tetap harus berjuang melawan sejarah untuk mengakhiri ancaman degradasi mereka.

Awal laga yang positif bagi Spurs langsung terpukul oleh gol spektakuler dari Fernández, dan meskipun mereka sempat bangkit di akhir pertandingan, Chelsea berhasil mempertahankan keunggulan dan menunjukkan ketangguhan yang jarang terlihat, mengamankan tiga poin pertama mereka sejak Maret.

Penantian Spurs untuk kemenangan di Stamford Bridge pun berlanjut, dan para pendukung Chelsea tidak segan-segan mengejek para fans tim tamu.

Meskipun De Zerbi menegaskan sebelum laga bahwa Guglielmo Vicario masih menjadi penjaga gawang utama Spurs, keputusan untuk tetap menurunkan Antonin Kinsky melawan Chelsea terasa masuk akal.

Vicario memang sudah pulih setelah absen dalam lima pertandingan pertama era De Zerbi karena operasi hernia, dan ia terlihat aktif memberikan instruksi dari bangku cadangan di Stamford Bridge.

Kinsky tampil impresif selama absennya Vicario dan bahkan melakukan penyelamatan penting pekan lalu untuk menggagalkan peluang Sean Longstaff.

Menjalani laga keenam berturut-turut melawan Chelsea, Kinsky kembali tampil sigap dengan menggagalkan peluang awal dari Cole Palmer dan menguasai area penalti dengan baik di tengah tekanan tinggi.

Ada keputusan besar yang harus diambil mengenai siapa yang akan menjadi penjaga gawang utama Spurs musim depan, namun Kinsky telah melakukan semua yang bisa ia lakukan untuk membuktikan dirinya layak mendapat menit bermain reguler.

Menjelang laga akhir pekan melawan Everton yang diprediksi akan berjalan tegang, De Zerbi akan sangat mengandalkan ketenangan kiper asal Ceko itu untuk membantu Spurs mengamankan posisi mereka di Liga Primer.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.