PT Semen Padang Gandeng Unand dan DLH Sumbar Latih Santri Olah Sampah Lewat Budidaya Maggot
Rezi Azwar May 20, 2026 09:27 PM

PT Semen Padang bersama FMIPA Universitas Andalas dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat menggelar Workshop Pengolahan Sampah Organik dengan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Belimbing Indah, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran Pondok Pesantren MTI Kapau.

Workshop tersebut memberikan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan sekaligus pelatihan budidaya maggot BSF sebagai solusi pengurangan limbah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat Tasliatul Fuaddi, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Harnes, Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas Admi Nazra, Ketua MTI Kapau Ilham, Kepala Produksi 1 S2 Samsuardi, serta dosen dan peneliti Universitas Andalas Resti Rahayu.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Baca juga: BPBD Kabupaten Solok Tertarik Gunakan Sepablock PT Semen Padang untuk Huntap

“Dukungan terhadap kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam melestarikan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Harnes, menambahkan bahwa budidaya maggot BSF memiliki manfaat besar dalam pengurangan sampah organik sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

“Budidaya maggot BSF ini benar-benar bisa dimanfaatkan, baik untuk pengurangan sampah organik maupun untuk memberikan nilai tambah ekonomi,” katanya.

Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat, Tasliatul Fuaddi, mengapresiasi kolaborasi antara PT Semen Padang, DLH Sumbar, dan FMIPA Unand dalam membangun budaya sadar lingkungan.

“Upaya pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen,” ujarnya.

Baca juga: PT Semen Padang Raih Penghargaan Kemnaker untuk Pencegahan dan Penanganan HIV/AIDS di Tempat Kerja

Sementara itu, Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas, Admi Nazra, menilai edukasi budidaya maggot BSF menjadi solusi yang relevan untuk diterapkan di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.

Dalam sesi praktik, peserta diperlihatkan proses budidaya maggot BSF mulai dari pengelolaan limbah organik hingga teknik pemeliharaan larva.

Selain aspek lingkungan, peserta juga mendapat pemahaman mengenai potensi ekonomi dari budidaya maggot sebagai pakan ternak dan bahan pupuk organik. (rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.