BANGKAPOS.COM - Kehidupan Calvin Dores, putra dari musisi legendaris almarhum Deddy Dores, kini tengah menjadi sorotan publik. Di balik nama besar sang ayah yang pernah merajai industri musik tanah air, Calvin harus berjuang keras di kerasnya ibu kota.
Sebelum nekat berniat menjual bola matanya demi masa depan anak dan istri, ia ternyata sempat melakoni berbagai pekerjaan serabutan, termasuk menjadi joki game Mobile Legends.
Kondisi ekonomi yang kian menghimpit membuat Calvin memutar otak demi bisa bertahan hidup dari hari ke hari.
Bertahan Hidup Lewat Ojek Online hingga Joki Mobile Legends
Dalam sebuah kesempatan di kanal YouTube Melaney Ricardo, Calvin menceritakan bagaimana titik balik kesulitan ekonominya bermula. Ia mengaku pernah mencoba berbagai bisnis namun berujung gagal. Sempat menyambung hidup menjadi pengemudi ojek online, Calvin akhirnya terpaksa menjual sepeda motornya karena kebutuhan yang mendesak.
"Klimaksnya (sampai memutuskan jual mata), dua hari gas habis," kata Calvin di Melaney Ricardo dilansir Kompas.com
"Duh, gimana nih? Kan pertama saya ngakalin duluan nih, saya ngejoki game, Mobile Legends," tuturnya.
Demi membeli tabung gas untuk kebutuhan dapur, Calvin memanfaatkan keahliannya bermain game untuk menaikkan peringkat (rank) akun orang lain. Namun, pendapatan dari sektor ini sudah jauh menurun dibanding masa keemasan game tersebut.
"Ya gini-gini pro player lah, 10 bintang cepek (Rp 100.000) sekarang kan," kata Calvin. "Dulu kan 10 bintang Rp 300 (ribu)," sambungnya.
Untuk mendapatkan satu bintang, Calvin setidaknya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Proses ini menguras energi dan fisiknya secara drastis.
"Lah gua seharian begini aja (main game), benar-benar satu mata, saya pegal soalnya," ucap Calvin. "Begini amat ya," imbuhnya.
Baca juga: Biodata Calvin Dores Putra Mendiang Deddy Dores & Fakta Pengakuan Mau Jual Bola Mata Demi Hidup
Kerja Serabutan demi Keluarga: Dari Kuli hingga Jual Celana
Calvin menegaskan bahwa apa yang ia bagikan di media sosial bukan untuk mencari simpati atau menjual kesedihan. Tujuan utamanya hanyalah murni untuk mencukupi kebutuhan istri, anak, serta pengobatan ibunya. Ia juga memendam kekhawatiran mendalam jika sewaktu-waktu ia meninggal dunia tanpa meninggalkan tabungan apa pun untuk keluarga kecilnya.
Sebelum berada di titik ini, Calvin Dores tercatat sudah melakoni berbagai kerja serabutan, antara lain:
Ya, akibat krisis keuangan yang berkepanjangan, Calvin bahkan harus merelakan kendaraannya.
"Saya sudah setahun jalan kaki, saya enggak ada motor," ujarnya.
Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, kondisinya yang serba kekurangan sempat memaksa Calvin untuk menjual celana pribadinya demi bisa menyambung hidup.
Alasan Haru Calvin Dores Nekat Mau Jual Bola Mata
Sebelumnya, niat nekat Calvin untuk menjual organ tubuhnya terungkap melalui unggahan emosional di media sosial pribadinya. Saat dikonfirmasi, Calvin membenarkan kabar tersebut dan menjelaskan bahwa langkah ekstrem ini murni diambil demi menjamin masa depan finansial anak-anaknya, bukan sekadar untuk biaya makan sehari-hari.
"Ya saya bukan buat kehidupan sehari-hari, tapi lebih uang buat masa depan anak. Makanya saya mau jual mata saya ini," ujar Calvin Dores saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Minggu (17/5/2026).
Sebagai anak dari produser musik legendaris yang mengorbitkan Nike Ardilla dan Nafa Urbach, realitas hidup Calvin saat ini berbanding terbalik 180 derajat dengan masa kecilnya.
Deddy Dores yang wafat pada 17 Mei 2016 silam dikabarkan meninggalkan utang, membuat kehidupan Calvin perlahan meredup pasca-kepergian sang ayah.
Melihat anaknya tidak bisa menikmati fasilitas hidup layak seperti dirinya waktu kecil menjadi pukulan psikologis terberat bagi Calvin.
"Udah bulat Mas, karena saya gak mau melihat istri dan anak saya kesusahan. Ya saya pasti bandingin lah ketika saya kecil kehidupan saya gimana dengan anak saya sekarang, kehidupannya jauh berbeda. Saya merasa jadi ayah yang gagal ketika melihat anak saya, kehidupannya tuh jauh dari kata kurang," ungkap Calvin dengan nada getir, dikutip dari WartaKotalive.com.
Alami Depresi Berat dan Tolak Donasi yang Didasari Rasa Iba
Calvin mengaku sudah mengupayakan segala hal secara legal di industri kreatif, mulai dari menjual karya lagu hingga bisnis lainnya. Namun, tingginya biaya hidup di Jakarta membuat tabungannya tak kunjung terkumpul.
"Saya kerja mah udah kok. Saya jual lagu dan sebagainya, cuma ya kebutuhan hidup sekarang tinggi. Jadi, saya enggak ada uang buat masa depan anak," jelasnya.
Rencana penjualan bola mata ini sebenarnya mendapat penolakan keras serta larangan dari rekan-rekan sesama pencipta lagu hingga beberapa figur politisi yang berniat membantu.Kendati demikian, Calvin memilih menolak bantuan yang sifatnya meminta-minta atau dikasihani.
"Saya bukan tipikal orang yang minta-minta Mas. Saya enggak mau merepotkan banyak orang, enggak mau dikasihani. Jadi, saya memilih langkah ini," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Calvin mengakui bahwa keputusan ini merupakan titik kulminasi dari kondisi psikologisnya yang mengalami depresi berat hingga membuatnya mati rasa terhadap risiko kehilangan penglihatan.
"Jujur, kondisi saya sekarang sudah depresi banget lah. Makanya saya mau jual mata. Saya sudah tahu seisi dunia seperti apa, apa yang perlu saya lihat lagi? Kalau mata saya hilang satu juga gak masalah kok," ucapnya pasrah.
Kini, Calvin membuka kesempatan bagi pihak medis atau masyarakat yang membutuhkan donor mata secara profesional untuk langsung menghubungi dirinya tanpa mematok harga yang kaku.
"Selama ini saya berusaha sendiri. Kalau memang mata saya laku dan berguna biar orang bisa melihat, hubungi saya aja mau bayar berapa," pungkasnya.
(Wartakotalive.com/Tribunnews.com/Bangkapos.com/ Posbelitung.co/ Kompas.com)