Seorang Ibu Penumpang Ojek Terlindas Truk di Depan Terminal Alam Barajo Jambi
Mareza Sutan AJ May 20, 2026 09:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -- Sesaat setelah turun dari angkutan kota, seorang perempuan paruh baya berinisial TRA (48) naik ojek, Rabu (20/5/2026) pagi.

Namun, sejurus kemudian, truk tangki warna hijau menyambar dari belakang. Korban terlindas dan meninggal dunia.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi di kawasan Simpang Rimbo, tepatnya di depan Terminal Alam Barajo, Jalan Lingkar Barat III RT 35, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, sekitar pukul 08.00 WIB.

Warga yang datang ke lokasi tampak histeris dan menangis melihat kondisi korban.

Tak lama setelah insiden berlangsung, aparat kepolisian langsung tiba di tempat kejadian.

Satu di antara saksi mata, Puja Olivia (25), mengatakan korban sebelumnya sempat berbelanja di Pasar Sakura sebelum menaiki ojek untuk pulang ke rumah.

"Dia dari pasar, mau pulang ke rumah. Sekilas langsung ditabrak mobil. Mobilnya lari. Alhamdulillah, mobilnya bisa dikejar. Sekarang sudah diamankan,” ujarnya.

Puja bilang, penumpang ojek meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, sementara pengemudi ojek selamat.

Suami Dapat Kabar Jam 9

Suami korban, Rustam (50), menuturkan istrinya sempat menaiki angkot dari kawasan Pasar Simpang Pulai dan turun di dekat terminal sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan ojek pangkalan.

“Berhenti di Simpang Rimbo, dekat terminal. Naik ojek pengkolan.

"Pokoknya kejadiannya itu sekilas itulah kejadiannya, sebab belum berapa menit naik, di ojek tu, tiba-tiba sudah kejadian,” katanya terbata-bata, lirih.

Rustam mengaku menerima kabar kecelakaan sekitar pukul 09.00 WIB dari tetangga. Saat itu dirinya belum mengetahui kondisi sang istri.

“Kami sampai di situ sudah ditutup daun. Nah, di situlah kami baru mengamuk, jadi kami mengamuk sebentar pas kami ditenangkan sama polisi,” ucapnya.

Ia menjelaskan emosinya mulai mereda setelah ditenangkan petugas.

Rustam juga menyebut ambulans dari RS DKT tiba sekitar satu jam setelah kejadian.

Menurut pihak rumah sakit, jenazah tidak boleh disentuh sebelum keluarga hadir di lokasi.

“Makanya polisi-polisi di situ tadinya tak ada yang ganggu. Tunggu ambulans dari DKT. Ambulans DKT itulah yang ngangkut ke rumah sakit DKT tadi,” katanya.

Rustam mengaku belum bertemu dengan sopir truk CPO yang diduga terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.

“Enggak ketemu. Sebab mungkin sudah ada sejam kejadian baru kami datang.

"Kami enggak tahu, orang ini ciri-cirinya kayak mana. Katanya sudah ditangkap,” jelasnya.

Rustam berharap aparat kepolisian memberikan hukuman setimpal kepada pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

“Hukum seberat-beratnya, sebab membawa kendaraan itu di tempat umum atau di tempat-tempat seperti itu harusnya kita waspada,” harapnya.

Anak Terpukul

Rustam mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

Namun, ia mengatakan kedua anaknya sangat terpukul atas kepergian sang ibu.

“Kalau anak-anak sudah terpukul. Masalahnya, anak kami yang kecil ini baru kelas 6 SD, tamat tahun ini. Kemudian yang besar ini kelas 1 SMA, naik kelas 2,” tuturnya.

Korban meninggalkan dua orang anak, masing-masing duduk di bangku kelas 1 SMA dan kelas 6 SD.

Sehari-hari, Rustam bekerja sebagai tukang bangunan di kawasan Mendalo.

Keluarga tersebut tinggal di Perumahan Amanda III, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo.

Korban diketahui bekerja sebagai tenaga honorer sekaligus perawat di Rumah Sakit Tk III dr Bratanata Jambi.

Wali Kota Jambi Melayat

Wali Kota Jambi, Maulana, turut melayat ke rumah duka korban kecelakaan di kawasan Terminal Alam Barajo, Simpang Rimbo, Kota Jambi.

Pantauan di lokasi, Maulana menyalami keluarga korban serta sejumlah pihak yang hadir, mulai dari aparat kelurahan, personel TNI, pegawai RS DKT Bratanata Jambi hingga warga sekitar.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut yang dinilainya sangat mengejutkan bagi keluarga korban.

Ia juga menyerahkan santunan kepada ahli waris sebagai bentuk perhatian pemerintah.

“Ini adalah bentuk perhatian negara kepada siapapun yang mengalami kejadian-kejadian serupa yang tidak kita inginkan di bidang lalu lintas,” katanya.

Maulana juga mengajak para pelayat untuk mendoakan almarhumah atas pengabdiannya sebagai tenaga kesehatan di RS DKT Bratanata Jambi.

“Menolong banyak orang, insyaallah, itu semua menjadi amal kebaikannya.

“Mari kita doakan almarhumah dan kita hantarkan ke peristirahatan yang terakhir. Kita semua sayang beliau, tetapi Allah lebih sayang lagi.

"Insyaallah, inilah yang terbaik yang Allah berikan. Kita juga akan kembali pada waktunya dengan cara-cara yang tidak diketahui,” pungkasnya.

Jenazah korban disalatkan di Masjid Baiturrahim, Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, sebelum dimakamkan di kawasan Penerangan, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto, Rifani Halim)

 

Baca juga: Ayah Dapat Kabar Jam Dua Dini Hari setelah Truk Tabrak Anaknya di Mendalo

Baca juga: Daftar 29 Pejabat Penuhi Syarat Seleksi JPT Pratama Pemprov Jambi

Baca juga: Daftar 90 Lokasi ATM Bank Jambi yang Aktif dan Dapat Digunakan untuk Transaksi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.