Mikel Arteta telah menorehkan namanya dalam sejarah Liga Premier setelah berhasil membawa Arsenal menjuarai kompetisi bergengsi tersebut.
Proyek jangka panjang Arsenal bersama Arteta akhirnya terbayar musim ini, setelah pelatih asal Spanyol itu mengakhiri penantian 22 tahun klub untuk kembali meraih gelar Liga Premier. Penunjukan Arteta oleh Arsenal saat itu merupakan langkah berani, karena mereka mempercayakan jabatan pelatih kepala kepada mantan kapten The Gunners yang belum memiliki pengalaman melatih sebelumnya.
Arteta harus belajar sambil bekerja di London Utara, namun kini ia berhasil menjadi pemenang Liga Premier. Pada usia 44 tahun, ia menjadi manajer termuda kedua yang berhasil menjuarai Liga Premier.
Pep Guardiola sudah memiliki reputasi besar sebelum tiba di Manchester City pada tahun 2016, meskipun mudah untuk melupakan bahwa saat itu ia baru memiliki tujuh musim pengalaman di level tertinggi sebagai pelatih.
Pelatih asal Spanyol tersebut telah meraih enam gelar liga dan dua trofi Liga Champions bersama Barcelona dan Bayern Munchen, dan tidak butuh waktu lama baginya untuk menemukan kesuksesan bersama The Cityzens.
Pada musim keduanya, Guardiola membawa Manchester City meraih gelar juara dengan torehan rekor 100 poin. Itu menjadi gelar pertama dari enam trofi liga yang ia menangkan di Etihad selama satu dekade yang penuh prestasi.
Liverpool menunjuk Arne Slot pada tahun 2024 untuk menggantikan Jurgen Klopp. Slot yang sebelumnya tampil impresif di Belanda bersama Feyenoord langsung memberikan dampak besar. Musim debut impiannya berakhir dengan Liverpool menjuarai Liga Premier, hanya gelar kedua klub di era Liga Premier.
Kenny Dalglish memulai karier kepelatihannya sebagai pemain sekaligus manajer Liverpool pada usia 34 tahun, dan telah menghabiskan satu dekade di ruang taktik ketika ia membawa Blackburn Rovers menjuarai Liga Premier pada tahun 1995.
Dengan dukungan finansial dari pengusaha lokal Jack Walker yang membiayai ambisi besar Blackburn, Rovers berhasil menyalip Manchester United untuk merebut gelar musim 1994/95. Itu menjadi gelar juara kasta tertinggi keempat bagi Dalglish, setelah sebelumnya meraih tiga gelar sebagai manajer Liverpool sebelum era Liga Premier.
Mikel Arteta kini tercatat sebagai manajer termuda kedua yang menjuarai Liga Premier. Ia mewarisi skuad Arsenal yang berjuang untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dan harus melewati masa-masa sulit sebelum tanda-tanda kemajuan mulai terlihat.
Arteta memenangkan Piala FA pada musim debutnya sebelum secara konsisten meningkatkan performa tim di liga. Setelah tiga musim berturut-turut finis sebagai runner-up, Arsenal akhirnya menaklukkan semua pesaing dan dinobatkan sebagai juara Liga Premier musim 2025/26, mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun.
Jose Mourinho juga sempat mencuri perhatian saat datang ke Liga Premier pada tahun 2004. Setelah membawa FC Porto meraih kemenangan luar biasa di Liga Champions, Mourinho mengambil alih Chelsea dan memperkenalkan dirinya sebagai 'The Special One'.
Kepercayaan dirinya terbukti benar ketika Chelsea mendominasi Liga Premier di musim pertamanya, meraih 95 poin dan hanya kebobolan 15 gol sepanjang musim—rekor pertahanan terbaik dalam sejarah kompetisi.
Pada usia 42 tahun, ia menjadi manajer termuda yang berhasil menjuarai Liga Premier, dan kemudian menambah satu gelar lagi untuk mencatatkan dua gelar beruntun. Mourinho kembali meraih gelar ketiganya bersama Chelsea pada tahun 2015 setelah kembali untuk masa jabatan kedua.