Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Sosial Aceh menggelar Seminar Provinsi dalam pembahasan dan verifikasi usulan calon Pahlawan Nasional 2026 terhadap Teungku Chik Pante Geulima (Syekh Ismail bin Ya'Qub) di Aula Dinas setempat, Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). Hadir dalam seminar tersebut Ahli Waris, Dr Mustafa Abubakar, beserta narasumber Sejarawan Nasional Prof Anhar Gonggong, Pemerhati Sejarah Aceh Dr M Adli Abdullah, Ulama Muda Aceh Tgk Habibie Waly.
Sejarawan Nasional, Prof Anhar Gonggong dalam seminar tersebut menyampaikan sejumlah masukan. Salah satunya terkait tulisan yang lebih mendalam kenapa yang bersangkutan layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. “Saya sarankan, tulislah sebaik mungkin tentang mengapa beliau diusulkan, apa yang membuatnya melakukan itu dan seterusnya. Sumber semuanya harus jelas, analisanya juga sudah bagus,” jelasnya.
Guru besar yang kerap wara-wiri di televisi nasional itu mengatakan, dalam prosesnya pengusulan ini yang terpenting adalah sumber dengan fakta-fakta yang bisa dipercaya. “Kalau sudah diajukan dari provinsi ke Kemensos, itu suatu proses. Kalau apa yang disarankan tadi ditulis dengan baik, ya akan memenuhi persyaratan itu (jadi Pahlawan Nasional),” ucap Prof Anhar.
Sementara Ahli Waris, Dr Mustafa Abubakar menyampaikan, pihak keluarga mengharapkan adanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan stakeholder terkait dengan usulan untuk Teungku Chik Pante Geulima menjadi Pahlawan Nasional
“Kami dengan segala kerendahan hati mengharapkan Kementerian Sosial, Kementerian Kebudayaan, Tim Kehormatan dan segala macam nanti. Mudah-mudahan akan dapat mempertimbangkan usulan yang kita sampaikan nanti ke pusat,” ucap Mustafa.
Pj Gubernur Aceh 2004-2007 yang juga pernah menjadi Menteri BUMN 2009-2011 itu meyakini, moyangnya yang sedang proses pengusulan itu akan menjadi Pahlawan Nasional. Pihaknya juga menerima sejumlah masukan dari para narasumber dalam seminar tersebut.
“Kami yakin dengan kesejarahan yang semua sudah kita kupas di sini, cukup kuat alasan moyang kita ini insya Allah akan memenuhi syarat menjadi Pahlawan Nasional. Saya yakin sekitar 70-80 persen insya Allah akan berhasil,” ujar Mustafa.
Senada, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano berharap pengusulan ini mendapat dukungan penuh, baik dari Pemerintah Aceh maupun Anggota Dewan (DPR RI asal Aceh) di Jakarta, sehingga Teungku Chik Pante Geulima dapat direalisasikan menjadi Pahlawan Nasional.
“Pemerintah pusat bisa melihat, Aceh merupakan ujung tombak dari kemerdekaan Indonesia, dan ini memiliki nilai lebih. Sehingga ke depan berharap banyak Pahlawan asal Aceh yang bisa diusulkan menjadi Pahlawan Nasional,” pungkasnya.
Baca juga: Rumah Replika Pahlawan Nasional Cut Meutia di Aceh Utara Butuh Direhabilitasi
Diketahui Teungku Chik Pante Geulima (Syekh Ismail bin Ya'Qub) merupakan ulama sekaligus pahlawan yang mengusir penjajah Belanda, asal Pidie Jaya. Dalam buku sejarah hidup dan perjuangannya yang ditulis Prof Husaini Ibrahim, Drs Nab Bahany AS, Dr Sehat Ihsan Shadiqin dan Dr Murni, diketahui sosok calon Pahlawan Nasional tersebut merupakan pejuang yang gigih, dalam mengobarkan perang fisabilillah untuk agama dan bangsa di berbagai wilayah di Aceh hingga ke tanah batak bersama pasukan Sisingamangaraja XII, menghadapi agresi Belanda.
Pertempuran demi pertempuran yang telah laluinya, perjuangannya berakhir ketika ia dan pasukannya menghadapi penyerangan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Van Heutsz untuk menyerang Benteng Kuta Gle Batee Iliek. Dalam pertempuran inilah Teungku Chik Pante Geulima syahid di jalan Allah pada 3 Februari 1901 di Kuta Gle Batee Iliek, Samalanga (saat ini Pidie Jaya).
Dalam buku itu dituliskan, mengenang perjuangannya yang begitu gigih dalam memimpin dan melawan penjajahan Belanda hingga syahid pada tahun 1901, maka sudah sepatutnya pemerintah Aceh melalui instansi terkait, untuk mengusulkan Tgk Chik Pante Geulima sebagai salah satu pahlawan Nasional dari Aceh di masa yang akan datang.(*)