TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tiga peron di Stasiun Bogor, Jawa Barat, tengah diperpanjang guna mendukung operasional Commuter Line dengan formasi 12 kereta dalam satu rangkaian (SF12).
Perpanjangan peron Stasiun Bogor untuk jalur 6, 7, dan 8 sudah berlangsung sejak April 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026 mendatang.
“Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Ada 3 peron Stasiun Bogor yang diperpanjang
Bertujuan meningkatkan distribusi pelaku perjalanan
Anne menjelaskan, pengoperasian rangkaian dengan 12 kereta akan memberikan kapasitas angkut yang lebih besar dalam satu perjalanan sehingga distribusi pelanggan dapat menjadi lebih baik, khususnya pada jam sibuk.
“Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman,” jelas Anne.
Selain perpanjangan peron dan penyesuaian jalur, revitalisasi juga mencakup pembangunan kanopi baru pada area peron jalur 6, 7, dan 8.
Kanopi tersebut dirancang terhubung langsung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu maupun berpindah jalur, terutama saat kondisi hujan dan cuaca panas.
Saat ini pekerjaan revitalisasi telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan konstruksi calon peron baru.
Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dan dapat dioperasikan secara optimal pada Juli 2026.
Selama proses revitalisasi berlangsung, terdapat penyesuaian pola operasional dan alur pelayanan pelanggan di area stasiun.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas pelanggan, disiapkan juga area pedestrian sementara di sisi selasar stasiun serta melakukan rekayasa arus penumpang pada jam sibuk.
Pelanggan yang menuju Hall Barat dapat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang, sedangkansebagian pelanggan lainnya diarahkan menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor.
“Pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan Commuter Line dan pelanggan," kata Anne.
"Selama proses revitalisasi berlangsung, kami menyadari terdapat penyesuaian yang dapat memengaruhi kenyamanan pelanggan. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau pelanggan untuk tetap berhati-hati serta mengikuti arahan petugas di area stasiun,” pungkasnya.
Jumlah penumpang kereta lintas Bogor (Bogor Line)
Anne mengatakan, Bogor Line merupakan salah satu lintas Commuter Line dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek.
Data pelanggan menunjukkan tren pertumbuhan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan Bogor Line telah mencapai 51,86 juta pelanggan.
Pada periode Januari hingga April 2026, volume pelanggan yang melakukan gate in di Stasiun Bogor tercatat sebanyak 6,14 juta pelanggan, sedangkan gate out mencapai 5,95 juta pelanggan.
Sebelumnya, sepanjang 2025, volume gate in di Stasiun Bogor mencapai 18,1 juta pelanggan dan gate out sebanyak 18,1 juta pelanggan.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 dengan gate in sebanyak 17,1 juta pelanggan dan gate out sebesar 17,2 juta pelanggan.
"Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” kata Anne.
Sumber: Kompas.com