PELAKU Pembakar Mobil Kades Hoho Bohong, Ngaku Kesal Gaji Telat, Ternyata Tak Pernah Jadi Sopir
Angel aginta sembiring May 20, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Pelaku pembakar mobil Kades Hoho Alkaf ternyata bohong.

Adapun pelaku pembakar mobil milik Kepala Desa Purwasaba, Hoho Alkaf ternyata tak pernah kerja sebagai sopir.

Sebelumnya perlaku berinisiap RP ini mengaku nekat membakar mobil tersebut karena dendam pribadi.

Ia mengaku kesal terhadap gaya hidup korban yang menurutnya kerap menampilkan kemewahan di media sosial.

Tak hanya itu, pelaku juga mengaku kecewa pada korban karena pernah telat melakukan pembayaran upah saat bekerja sebagai sopir dump truk.

Padahal menurut Kades Hoho Alkaf, pelaku tidak pernah bekerja sebagai sopir di tempatnya.

Kasatreskrim Polres Banjarnegara Iptu Ori Friliansa Utama dalam konferensi pers di Mapolres Banjarnegara mengatakan, tersangka mengaku kecewa karena kepada korban.

Baca juga: Mantan Direktur PTPN Terisak Bacakan Pledoi di PN Medan, Hakim: Sudah Pak Jangan Nangis

Ia mengalami keterlambatan pembayaran upah saat bekerja sebagai sopir dump truk.

"Tersangka juga tidak suka dengan perilaku Kades Hoho dalam bermedia sosial yang sering membuat konten TikTok yang selalu menampilkan kemewahan secara berlebihan di tengah ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik," kata Ori dikutip dari Tribun Banyumas, Selasa (19/5/2026).

Menanggapi hal itu, Kades Hoho pun membantah kalau dirinya pernah telat membayar karyawan.

Bahkan menurut Hoho, pelaku tidak pernah bekerja sebagai sopir di tempatnya.

"Tersangka pelaku pembakaran mobil saya mengaku ada dendam lama karena selalu telat bayar gajian pada saat menjadi sopir saya padahal dia belom pernah jadi sopir saya kan lucu sekali motifnya, saya tetap berharap UNGKAP DAN TANGKAP DALANGNYA YANG PERINTAH..!!!!!," tulis Hoho di akun TikTok pribadinya, @hohoalkaf058, Rabu (21/5/2026).

Ia kemudian memposting video tanya jawab dengan karyawannya soal pembayaran gaji.

"Oke bray, kita tanya nih. Ini bukan sopir tapi karyawan gue. Jadi kerja itu saya itu lama juga ini. Kita tanya nih," kata Hoho sambil menghampiri pegawainya.

Terlihat ada pegawainya yang sedang duduk bersantai.

Baca juga: PPPK Paruh Waktu Dialihkan jadi Satpol PP, Jumlah Personel Jadi Lebih 400 Orang

"Pak Heri selama kerja ikut saya, saya pernah apa nggak ora bayar?," tanya Hoho.

"Dibayar terus, setiap Sabtu. Paling telat-telat satu hari, kalau Pak Kades pergi," ucap Heri.

"Hari Minggu ya? Terus kalau butuh duit dikasih gak? Apa pelit lurahnya?," tanya Hoho lagi.

"Dikasih," jawab Heri sambil tertawa.

Menurut Hoho, pelaku tidak pernah bekerja sebagai sopir di tempatnya.

Ia juga menyebut kalau motif pelaku itu tak masuk akal.

"Itu ya, jadi kita itu orang pada betah itu saya. Lha wong katung pernah jadi supir saya kok ngomong kalau dendam lama karena kerja gak dibayar," katanya.

Hoho menduga ada dalang di balik pembakaran mobil tersebut.

"Itu tetap cari lah dalangnya yang nyuruh katung. Gak lucu motif kayak gitu. Kita cari lah, sopir siapa, operator saya banyak. Kita tanya satu-satu, ada gak yang pernah sangkutan duit sampai nangis2 gak dibayar gaji, telat-telat gak dibayar gaji," tuturnya.

"Terus kalau dia dendam, kenapa gak dari 2015? Kenapa harus nunggu 2026? Ini lucu sekali," kata Hoho lagi.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.