SURYA.CO.ID LAMONGAN - Dua calon jemaah haji asal Kabupaten Lamongan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Keduanya wafat di lokasi berbeda, yakni di Makkah dan Madinah, saat menjalani rangkaian ibadah haji 2026.
Duka menyelimuti keberangkatan ibadah haji Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dua jemaah haji asal Lamongan dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Kedua jemaah tersebut masing-masing bernama Mat Sahid dan Sibiatun Saji. Mereka tergabung dalam Kloter 30 dan Kloter 33 Surabaya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lamongan, Abdul Ghofur, mengatakan Mat Sahid merupakan warga Desa Sidodowo, Kecamatan Modo.
Baca juga: Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Bojonegoro Wafat di Madinah
Jemaah lanjut usia yang tergabung dalam Kloter 30 Surabaya itu meninggal dunia di rumah sakit di Makkah karena sakit.
“Jemaah atas nama Mat Sahid merupakan jemaah lanjut usia. Beliau meninggal dunia di rumah sakit Arab Saudi di Makkah karena sakit,” kata Abdul Ghofur kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, jemaah kedua bernama Sibiatun Saji, warga Kecamatan Pucuk. Almarhumah tergabung dalam Kloter 33 Surabaya.
Sibiatun Saji meninggal dunia di Madinah sebelum diberangkatkan menuju Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Abdul Ghofur mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah duka kedua jemaah untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga.
Baca juga: Kronologi 18 WNI Gagal Berangkat Haji, Bayar Ratusan Juta Modus Visa Kerja Hingga Wisata
“Kami dari Kemenhaj Lamongan hari Senin kemarin juga sudah takziah ke rumah duka. Prinsipnya, jika ada jamaah haji yang meninggal, maka kami melakukan kunjungan ke rumah duka sejak dulu,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk perhatian dan pendampingan kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan.
Kemenhaj Lamongan juga memastikan seluruh hak jemaah yang meninggal dunia tetap dipenuhi pemerintah, termasuk penyempurnaan ibadah hajinya.
“Hajinya akan dibadalkan oleh petugas haji. Jadi keluarga tidak perlu khawatir karena ibadah hajinya tetap disempurnakan,” jelasnya.
Selain ibadah hajinya dibadalkan, jenazah jemaah yang meninggal dunia di Makkah juga akan dimakamkan di area pemakaman khusus jemaah haji di Arab Saudi.
“Jenazah akan dimakamkan di pemakaman khusus jamaah haji yang meninggal di Makkah dan disalatkan di Masjidil Haram,” tambahnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan santunan asuransi kematian bagi jemaah akan diberikan kepada ahli waris.
“Asuransi meninggal dunia akan otomatis diproses melalui sistem dan masuk ke rekening jamaah,” pungkas Ghofur.