SURYA.CO.ID SURABAYA - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kembali mempertegas reputasinya sebagai institusi pendidikan kedokteran berkelas internasional.
Melalui kolaborasi bersama Adelaide University, FK UNAIR mendorong penguatan riset kesehatan ibu-anak hingga isu mikroplastik dan perubahan iklim.
Sebagai salah satu pelopor pendidikan kedokteran di Indonesia, FK UNAIR terus meningkatkan standar mutu akademik dan riset untuk menjawab tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Research Collaboration Meeting sekaligus Guest Lecture bersama School of Public Health Adelaide University, Australia, Selasa (19/5/2026).
Agenda strategis itu menghadirkan Prof. Mohammad Afzal Mahmood, Senior Lecturer & Deputy Postgraduate Coordinator Adelaide University.
Baca juga: FK Unair Skrining TBC di Surabaya Pakai AI, Ada Sanksi Bagi Pasien Bandel
Dalam kuliah tamu di Aula FK UNAIR, Prof. Afzal membahas topik “Sistem Pelayanan Kesehatan Kebidanan di Indonesia, Khususnya Peran dan Keterlibatan Tenaga Kesehatan pada Berbagai Level Layanan Kesehatan”.
Setelah sesi kuliah, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan intensif untuk memantapkan arah kolaborasi riset antara kedua institusi. Pertemuan dibuka langsung oleh Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE.
Dekan FK UNAIR didampingi Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Dr. dr. M. Ardian Cahya Laksana, Sp.OG., Subsp. Obginsos., M.Kes., serta Dr. dr. Budi Prasetyo, Sp.OG., Subsp. Obginsos. selaku Person in Charge (PIC) riset obginsos.
Sinergi lintas sektor juga tampak melalui kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufidah, SKM., MPH.
Kehadiran pemerintah daerah tersebut menegaskan komitmen agar hasil riset mampu dihilirisasi menjadi kebijakan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: FK Unair - RSUD Dr Soetomo Gandeng Australia Kembangkan Tele-Kardiologi di Jayapura Papua
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penguatan sistem layanan kebidanan dan kesehatan maternal, tetapi juga membuka ruang pengembangan riset multidisiplin yang lebih luas.
Salah satu inisiatif utama yang tengah dikembangkan adalah penelitian mengenai paparan mikroplastik dan nanoplastik terhadap kesehatan ibu dan bayi, khususnya selama masa kehamilan dan persalinan.
Riset tersebut diarahkan untuk mengeksplorasi sumber paparan lingkungan, distribusi mikroplastik pada jaringan maternal seperti plasenta, hingga potensi dampaknya terhadap luaran maternal dan neonatal. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan strategi pencegahan dan kebijakan kesehatan berbasis lingkungan.
Ke depan, kerja sama riset juga akan diperluas pada isu climate change and maternal health. Perubahan iklim dinilai semakin berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi, kesehatan ibu, serta ketahanan sistem kesehatan.
Kolaborasi ini melibatkan jejaring internasional bersama Adelaide University sekaligus memperkuat sinergi nasional dengan Universitas Sebelas Maret dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pendekatan multisektor tersebut diharapkan mampu menghasilkan high-impact research yang relevan secara lokal sekaligus berkontribusi terhadap agenda kesehatan global.
Langkah ini semakin mempertegas posisi FK UNAIR sebagai pioneer institution yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menjadi motor penggerak riset transdisipliner berdampak tinggi bagi kesehatan masyarakat.
Dalam paparannya, Prof. Mohammad Afzal Mahmood menyoroti pentingnya tata kelola pelayanan kebidanan yang terintegrasi di seluruh level layanan kesehatan.
Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sangat ditentukan oleh efektivitas peran tenaga kesehatan, mulai dari tingkat primer seperti Puskesmas dan Posyandu, hingga rumah sakit rujukan.
"Keterlibatan aktif dan sinkronisasi peran antara bidan, dokter umum, hingga dokter spesialis obstetri dan ginekologi di semua level fasilitas kesehatan menjadi penentu utama kualitas luaran klinis yang diterima oleh ibu dan anak," ujar Prof. Afzal.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi interprofesional atau komunikasi antar-tenaga kesehatan dalam sistem pelayanan kebidanan.
Menurut Prof. Afzal, pelayanan kesehatan yang kompleks tidak akan berjalan optimal apabila setiap profesi bekerja secara terpisah atau terjebak dalam silo mentality.
Komunikasi yang kuat dan terstandarisasi dinilai penting untuk mencegah hambatan rujukan dan keterlambatan penanganan, menghindari duplikasi maupun kesalahan medis, serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien.
Melalui riset kolaboratif dan guest lecture ini, FK UNAIR kembali menunjukkan langkah konkret dalam mengintegrasikan keunggulan akademik dengan implementasi nyata di lapangan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Ringkasan
5 Judul Menarik
FK UNAIR Gandeng Adelaide University, Riset Mikroplastik Ancam Ibu dan Bayi Jadi Sorotan
FK UNAIR Tembus Kolaborasi Global, Bahas Ancaman Perubahan Iklim bagi Ibu Hamil
Prof Adelaide University Bongkar Kunci Turunkan AKI dan AKB di Hadapan FK UNAIR
FK UNAIR Perkuat Reputasi Dunia, Riset Kesehatan Ibu-Anak Kini Sentuh Isu Mikroplastik
Meta Deskripsi