Waktu terus berjalan menuju keputusan besar yang bisa menentukan masa jabatan Thomas Tuchel, yang kini tengah menyusun sentuhan akhir untuk skuad Inggris menjelang Piala Dunia 2026. Namun, masih ada peluang bagi pemain-pemain di pinggiran untuk menarik perhatian sang pelatih di saat-saat terakhir ketika musim mendekati akhir. Beberapa di antara mereka memiliki peluang lebih besar dibandingkan yang lain.
Pelatih asal Jerman itu harus menyerahkan daftar awal berisi 35 hingga 55 pemain paling lambat pada 11 Mei — satu bulan sebelum turnamen dimulai — sebelum mempersempitnya menjadi 26 nama final. Pada tahap ini, banyak yang mengira pelatih Tiga Singa itu sudah cukup yakin siapa saja yang akan diboyong ke Amerika Utara musim panas ini, meski masih ada kemungkinan perubahan di menit akhir.
Sejumlah pemain di pinggiran skuad berharap bisa memanfaatkan performa akhir musim dan sedikit keberuntungan untuk menembus daftar akhir, sementara lainnya — meski pernah dipanggil sebelumnya — kini justru semakin jauh dari posisi yang diidamkan di skuad Piala Dunia.
Berikut, GOAL menilai peluang para pemain pinggiran Inggris yang masih bisa membuat kejutan di masa-masa terakhir...
10. Angel Gomes (Wolves)
Kembalinya Angel Gomes ke Liga Premier setelah lima setengah tahun di Prancis bersama Marseille tampaknya dimaksudkan untuk membuka jalan kembali ke skuad Inggris. Namun, kepindahannya ke Wolves pada Januari lalu tidak berjalan sesuai rencana. Ia hanya menjadi pemain pelapis di tim Rob Edwards yang sudah dipastikan terdegradasi, dan kini menghadapi masa depan yang tidak pasti di musim panas nanti.
Gelandang ini belum pernah dipanggil oleh Tuchel, dengan penampilan terakhirnya datang saat masa percobaan Lee Carsley sebagai pelatih sementara Inggris pasca pengunduran diri Sir Gareth Southgate setelah Euro 2024. Akan dibutuhkan keajaiban atau krisis cedera besar agar Gomes bisa ikut terbang ke Amerika Utara.
9. Curtis Jones (Liverpool)
Karier internasional Curtis Jones belum benar-benar berkembang. Ia mungkin perlu mempertimbangkan untuk meninggalkan Liverpool demi mendapatkan kesempatan bermain reguler dan menunjukkan kualitasnya. Di musim 2025-26, penampilannya naik turun dan belum mampu menjadi figur penting di lini tengah The Reds.
Pemain berusia 25 tahun itu belum mencetak satu gol pun di Liga Premier musim ini dan hanya menyumbang dua assist — hasil yang jauh dari harapan untuk seorang pemain kreatif. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa ia belum dipanggil kembali sejak kekalahan mengejutkan Inggris dari Senegal pada laga persahabatan Juni 2025. Padahal, Jones termasuk dalam skuad pertama pilihan Tuchel bersama Tiga Singa.
8. Ruben Loftus-Cheek (AC Milan)
Setelah mendapatkan panggilan pertama ke tim nasional dalam tujuh tahun pada September lalu, Ruben Loftus-Cheek sempat mengira dirinya telah kembali ke radar Inggris. Namun, ia kemudian diabaikan pada bulan November dan belum kembali sejak saat itu.
Pemain berusia 30 tahun itu tidak tampil menonjol di AC Milan, dan cedera patah rahang pada Februari menghentikan momentum kebangkitannya. Kini ia kembali ke bangku cadangan di saat musim mendekati akhir. Peluangnya untuk tampil di Amerika Utara sangat tipis.
7. Ivan Toney (Al-Ahli)
Performa Ivan Toney di Arab Saudi musim ini sulit diabaikan, namun sejauh ini Tuchel tetap belum tergerak untuk memanggilnya. Ia belum bermain untuk Inggris sejak kekalahan buruk dari Senegal hampir setahun lalu. Meski telah mencetak hampir 40 gol di semua kompetisi bersama Al-Ahli dan menambah 10 assist, pencapaiannya belum cukup untuk meyakinkan sang pelatih Jerman.
Penyerang ini memiliki pengalaman turnamen besar usai menjadi senjata cadangan di Euro 2024. Namun, tampaknya Tuchel tidak begitu menyukainya, meski Toney saat ini merupakan striker paling produktif kedua Inggris setelah Harry Kane dari Bayern Munich.
6. Trent Alexander-Arnold (Real Madrid)
Pemain yang paling memicu perdebatan dalam daftar ini adalah Trent Alexander-Arnold. Setelah awal yang sulit usai bergabung dengan Real Madrid musim panas lalu, bek kanan tersebut mulai menunjukkan adaptasi dengan mencatat tiga assist liga dalam enam pertandingan sejak pulih dari cedera pada Februari.
Namun, meski kemampuan mengumpan dan visi bermainnya tetap luar biasa, kelemahan defensifnya masih menjadi masalah di Spanyol. Akibatnya, Tuchel tampaknya belum terkesan, bahkan tidak memasukkannya ke dalam skuad 35 pemain yang diumumkan pada Maret lalu — indikasi kuat bahwa pemain 27 tahun itu bisa saja tidak dibawa ke turnamen. Sudah hampir satu tahun sejak ia terakhir kali bermain untuk negaranya.
5. Conor Gallagher (Tottenham)
Seperti Gomes, Conor Gallagher kembali ke Liga Premier pada Januari dengan harapan bisa merebut tempat di skuad Inggris setelah absen lama. Namun, alih-alih menikmati permainan, ia justru terlibat dalam perjuangan berat menghindari degradasi bersama Tottenham.
Di tengah situasi kacau tersebut, Gallagher sempat kehilangan arah, tetapi kedatangan Roberto De Zerbi di kursi pelatih bisa menjadi titik balik baginya. Penampilannya yang penuh energi dan determinasi saat menghadapi Aston Villa baru-baru ini mungkin telah membuat Tuchel kembali memperhatikannya.
4. Trevoh Chalobah (Chelsea)
Posisi Trevoh Chalobah di mata Tuchel sulit ditebak. Bek tengah Chelsea itu mendapat panggilan pertama ke tim nasional dari pelatih asal Jerman musim panas lalu, namun kemudian dicoret pada September dan Oktober sebelum kembali masuk skuad pada jeda internasional November, meski tidak dimainkan.
Cedera pergelangan kaki membuatnya absen pada Maret dan kini ia menjadi bagian dari periode buruk Chelsea yang terperosok ke papan tengah. Hal ini bisa menjadi faktor negatif saat Tuchel menyiapkan skuad finalnya. Jika pemain seperti Marc Guehi, Ezri Konsa, Harry Maguire, dan John Stones fit, Chalobah tampaknya masih jauh di bawah dalam urutan pilihan.
3. Myles Lewis-Skelly (Arsenal)
Pencetak gol pertama di era kepelatihan Tuchel untuk Inggris? Myles Lewis-Skelly. Namun, pemain Arsenal ini masih harus bekerja keras agar karier internasionalnya tak berhenti sebagai trivia belaka. Ia sempat rutin dipanggil oleh Tuchel, tetapi kehilangan tempat setelah diperingatkan soal kurangnya menit bermain di klub.
Masih berusia 19 tahun, gelandang serba bisa yang kini sering dimainkan sebagai bek kiri itu menunjukkan potensi besar. Ia mendapat lebih banyak waktu bermain saat Mikel Arteta harus merotasi skuad karena cedera di tengah perebutan gelar melawan Manchester City dan Liga Champions. Penampilannya melawan Fulham dan Atletico Madrid baru-baru ini sangat impresif. Tuchel pernah memujinya secara terbuka, dan peluangnya untuk mengamankan tempat di skuad masih terbuka.
2. Alex Scott (Bournemouth)
Alex Scott bisa dibilang salah satu pemain paling sial saat tidak dipanggil pada jeda internasional Maret. Namun, ia tetap berada di radar Tuchel untuk lini tengah Inggris di Amerika Utara. Pemain Bournemouth itu mendapat panggilan pertama ke tim senior pada November lalu, meski belum sempat tampil, dan sejak itu terus menunjukkan performa solid di klub.
Keputusan akhir Tuchel akan banyak bergantung pada komposisi lini tengah, di mana nama-nama seperti Jude Bellingham, Declan Rice, Kobbie Mainoo, Jordan Henderson, Elliot Anderson, dan James Garner bersaing ketat. Scott menawarkan karakter berbeda sebagai playmaker yang mampu bermain box-to-box. Mungkin ia bisa menjadi alternatif ideal bagi Bellingham dari Real Madrid.
1. Morgan Gibbs-White (Nottingham Forest)
Morgan Gibbs-White membuat Phil Foden dan Cole Palmer harus waspada menjelang pengumuman skuad Piala Dunia. Pemain andalan Nottingham Forest itu tampil luar biasa sejak pergantian tahun dan tampak siap merebut salah satu posisi nomor 10 di skuad Tuchel pada detik-detik terakhir.
Pemain berusia 26 tahun ini menjadi pencetak gol terbanyak kedua di Liga Premier 2026 dengan 10 gol, tampil memukau dalam peran lebih bebas di bawah asuhan Vitor Pereira, berkontribusi besar dalam upaya Forest bertahan di liga. Tujuh dari gol tersebut tercipta sejak awal Maret, dan Gibbs-White tampaknya akan menjadi salah satu keputusan seleksi paling menarik yang harus diambil Tuchel dalam beberapa minggu ke depan.