TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mengaku telah menonton film dokumenter Pesta Babi.
“Saya sudah nonton,” kata Pigai kepada wartawan usai menghadiri Kelas Jurnalis HAM di Green Forest Resort, Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (20/05/2026).
Namun ketika ditanya lebih lanjut bagaimana pendapatnya soal film tersebut, mantan Komisioner Komisi Nasional HAM itu berkilah.
“Tanggapannya menurut kamu gimana?” Pigai balik bertanya.
Ia pun menegaskan, sebagai Menteri HAM dirinya sudah menyatakan pendapatnya. Sehingga tidak perlu ditanyai lebih lanjut.
“Yang berani menyatakan pendapat terhadap pesta babi itu adalah Menteri HAM. Maka tidak perlu diminta tanggapannya bagaimana,” pungkasnya.
Baca juga: Catatan Yusril Usai Tegaskan Pemerintah Tak Larang Pemutaran Film Pesta Babi
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan arahan ataupun kebijakan untuk melarang pemutaran maupun kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”.
Klarifikasi ini disampaikan Yusril guna merespons isu penghentian kegiatan nobar yang terjadi di beberapa lokasi baru-baru ini.
Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Kamis (14/05/2026), Yusril menjelaskan bahwa penghentian nobar di beberapa perguruan tinggi, seperti di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, murni disebabkan oleh persoalan prosedur administratif internal kampus, bukan karena intervensi pemerintah pusat.
Menurutnya, hal ini terbukti dari lancarnya kegiatan serupa di wilayah lain seperti Bandung dan Sukabumi.
“Melihat pola demikian, pembubaran nobar film ‘Pesta Babi’ bukanlah arahan dari pemerintah ataupun aparat penegak hukum yang biasanya terpusat,” ujar Yusril.