SURYA.co.id, SURABAYA - Kejadian menghebohkan terjadi saat pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji menuju kloter akhir.
Sebanyak 18 calon jemaah haji non-prosedural berhasil diamankan pihak Imigrasi Bandara Juanda, Surabaya.
Belasan jemaah haji itu berasal dari berbagai kota di Jatim dan provinsi lain.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya yang juga Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jatim Asadul Anam membongkar modusnya.
Haji yang tidak melalui prosedur pemerintah itu diduga juga sudah berjalan bertahun-tahun.
Baca juga: Kabar Duka Dari Tanah Suci, Dua Jemaah Haji Kloter 30 dan 33 Asal Lamongan Wafat
"Modusnya mereka mendaftar sebagai pekerja migran dengan transit di Malaysia, padahal tujuan utamanya ingin berhaji," kata Anam.
Anam menyebut bahwa kasus haji nonprosedural seperti itu banyak ditemukan di Batam maupun Jakarta. Baru kali ini terungkap di Surabaya.
Anam mengungkapkan bahwa 18 orang yang diamankan tersebut tidak berangkat melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Mereka juga tidak melalui biro travel resmi.
"Mereka berangkat secara perorangan. Umumnya memiliki pengalaman dan mengandalkan orang yang tinggal di Arab Saudi. Mereka menempuh jalur transit lewat Malaysia atau Singapura," kata Anam.
Sebanyak 18 jemaah haji Non-prosedural itu terungkap berkat hasil kerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Haji Non-Prosedural yang melibatkan berbagai instansi terkait.
Satgas itu dibentuk secara nasional hingga sampai di Jawa Timur dengan dipimpin Ditreskrimsus Polda Jatim.
Satgas ini didukung Imigrasi, Bea Cukai, dan pengelola bandara.
Saat ini sudah dibentuk Satgas Haji Non-Prosedural secara nasional dan Jawa Timur.
Dipimpin oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, dibantu Imigrasi, Bea Cukai, serta pihak bandara.
"Pengamanan ini bukan untuk menghambat, tapi demi keselamatan masyarakat karena layanan bagi rute tidak resmi itu tidak jelas," kata Anam.