Pemain Terbaik Women's Super League: Lauren James, Khadija Shaw, Alessia Russo dan 20 Besar Versi GOAL untuk 2025-26 - Peringkat Lengkap
Budi Santoso May 21, 2026 09:31 AM

Musim lain dalam Women's Super League telah berakhir. Setelah enam tahun dominasi Chelsea, musim ini membawa perubahan besar ketika Manchester City berhasil meraih gelar pertamanya dalam satu dekade, sementara Arsenal — tim terakhir yang memenangkan trofi sebelum musim ini — menjadi pesaing terdekat mereka.

Perhatian kini beralih ke bursa transfer musim panas, dengan banyak rumor yang sudah beredar. Pemain bintang seperti Sam Kerr dan Beth Mead telah mengumumkan kepindahan mereka, sementara masa depan pemenang Sepatu Emas, Khadija Shaw, menjadi topik hangat.

Sebelum fokus beralih sepenuhnya ke musim depan, ada waktu untuk meninjau kembali musim WSL ini dan mengenang siapa saja yang tampil paling gemilang. Berikut adalah daftar 20 pemain terbaik WSL musim 2025-26 versi GOAL.

20. Lauren James (Chelsea)

Musim yang aneh bagi Chelsea, yang kesulitan mempertahankan gelar karena badai cedera. Dua dari pemain terbaik mereka harus absen lama, termasuk Veerle Buurman yang tampil luar biasa dalam 11 laga liga setelah cedera menimpa rekan-rekannya di posisi bek tengah.

Lauren James juga merupakan salah satu dari mereka yang sangat berpengaruh. Ia baru kembali bermain pada pertengahan November dan butuh waktu hingga Januari untuk bermain penuh. Kesabaran pelatih Sonia Bompastor berbuah manis, karena James kembali ke performa terbaiknya di akhir musim. Meskipun terlambat untuk mempertahankan gelar, kontribusinya — lima gol dan empat assist dari 14 laga — membantu Chelsea merebut tiket Liga Champions dan menjuarai Piala Liga.

19. Fran Kirby (Brighton)

Setelah sembilan tahun menjadi motor kesuksesan Chelsea, Fran Kirby pindah ke Brighton dan langsung memberikan dampak besar. Brighton berhasil mencapai final Piala FA dan performanya di WSL juga luar biasa. Meski hanya mencatat dua gol dan tiga assist dari 17 laga, perannya dalam permainan tim sangat vital dengan kontribusi umpan kunci dan pergerakan tanpa bola yang cerdas.

18. Jess Park (Manchester United)

Jess Park sempat menjadi salah satu penyerang paling tajam di Eropa pada paruh pertama musim. Setelah pindah dari Manchester City, ia tampil memukau di posisi sayap kanan dengan enam gol dan lima assist yang menyumbang hampir 30% dari total gol Manchester United. Walau performanya menurun di akhir musim, kontribusinya tetap menjadi sorotan utama.

17. Mariona Caldentey (Arsenal)

Setelah finis kedua dalam pemilihan Ballon d'Or 2025, Caldentey masih menjadi pemain penting bagi Arsenal. Meski bermain lebih dalam di lini tengah, ia tetap menjadi jantung permainan tim. Tidak ada pemain lain di liga yang mampu mencatat umpan akurat di sepertiga akhir lapangan lebih banyak darinya musim ini.

16. Kiko Seike (Brighton)

Kiko Seike menjadi ujung tombak produktivitas Brighton, mencetak delapan gol dan dua assist, yang berarti ia terlibat langsung dalam 37% gol tim di liga. Pelatih Dario Vidosic memuji perkembangannya yang luar biasa dan menilai keyakinan diri menjadi kunci performanya musim ini.

15. Lotte Wubben-Moy (Arsenal)

Dengan absennya Leah Williamson dan cedera parah yang dialami Katie Reid, Lotte Wubben-Moy tampil luar biasa di lini belakang. Ia menjadi pilar pertahanan Arsenal dan berperan besar dalam membantu tim mencatat rekor pertahanan terbaik di liga.

14. Olivia Holdt (Tottenham)

Musim penuh pertama Olivia Holdt di Tottenham berjalan gemilang. Ia mencetak delapan gol dan tiga assist dari 21 pertandingan, dengan empat di antaranya menjadi gol kemenangan. Tidak heran jika klub memperpanjang kontraknya hingga jangka panjang.

13. Katie McCabe (Arsenal)

Katie McCabe kembali menunjukkan fleksibilitasnya dengan mengisi berbagai posisi, termasuk bek tengah dan gelandang. Statistiknya di lini pertahanan dan kontribusinya dalam serangan menjadikannya salah satu pemain paling penting bagi Arsenal musim ini.

12. Alyssa Thompson (Chelsea)

Didatangkan dengan biaya besar, Alyssa Thompson mampu menjawab ekspektasi. Di usia 20 tahun, ia mencetak tujuh gol dan tiga assist dari 20 laga, dan menempati posisi kelima dalam daftar umpan kunci terbanyak di liga — pencapaian impresif untuk musim debutnya di Inggris.

11. Kerolin (Manchester City)

Meski hanya tampil dalam sembilan pertandingan sebagai starter, Kerolin tetap mencatat sembilan gol dan lima assist. Rata-rata satu kontribusi gol setiap 64 menit menunjukkan efisiensinya yang luar biasa. Hat-trick-nya melawan Chelsea menjadi momen penting dalam perjalanan City menuju gelar juara.

10. Lauren Hemp (Manchester City)

Lauren Hemp mungkin tidak seproduktif musim-musim sebelumnya dalam hal gol dan assist, tetapi kontribusinya dalam membantu City merebut gelar sangat besar. Ia memimpin liga dalam jumlah umpan kunci dan peluang besar tercipta, menjadi ancaman konstan di sisi kiri.

9. Kirsty Hanson (Aston Villa)

Kirsty Hanson tampil sensasional dengan 12 gol dari 22 laga, jauh melampaui ekspektasi xG-nya yang hanya 6,7. Perpindahan posisinya dari sayap ke penyerang tengah di bawah arahan pelatih Natalia Arroyo terbukti menjadi keputusan brilian.

8. Toko Koga (Tottenham)

Rekrutan muda asal Jepang ini menunjukkan kematangan luar biasa di lini pertahanan Spurs. Berduet dengan Clare Hunt, Koga membantu tim mencatat peningkatan besar dalam jumlah clean sheet dan kini terikat kontrak hingga 2029.

7. Jade Rose (Manchester City)

Pemain asal Kanada ini langsung beradaptasi di musim debutnya dan menjadi bagian penting dari lini pertahanan terbaik kedua di liga. Rose bermain penuh sejak Oktober dan menjadi pondasi stabil dalam perjalanan City meraih gelar.

6. Chiamaka Nnadozie (Brighton)

Kiper asal Nigeria ini menjadi salah satu pemain terbaik WSL musim ini. Dengan 74,7 persen penyelamatan dan kemampuan mencegah 5,7 gol lebih banyak dari rata-rata, Nnadozie membantu Brighton memperbaiki catatan kebobolan dari 41 menjadi 28 gol.

5. Alessia Russo (Arsenal)

Russo mencatat musim paling produktif dalam kariernya dengan 19 kontribusi gol langsung. Ia menggandakan jumlah umpan kunci per 90 menit dan menjadi pemain paling konsisten Arsenal sepanjang musim, hanya kalah dari Shaw dalam keterlibatan gol.

4. Vivianne Miedema (Manchester City)

Setelah tiga musim penuh cedera, Miedema kembali bersinar dengan 10 gol dan lima assist dari 19 pertandingan. Duetnya dengan Shaw menjadi faktor kunci dalam keberhasilan City merebut gelar WSL.

3. Kerstin Casparij (Manchester City)

Casparij tampil menonjol di posisi bek kanan dengan tiga gol dan tujuh assist, menjadi satu-satunya bek yang mencapai dua digit keterlibatan gol. Peran ofensif dan defensifnya sama-sama vital bagi dominasi City musim ini.

2. Yui Hasegawa (Manchester City)

Setelah membawa Jepang menjuarai Piala Asia, Hasegawa tampil luar biasa di City. Ia menjadi pengatur tempo utama dan menempati posisi kedua di liga untuk intersep serta umpan ke sepertiga akhir lapangan. Kini, ia akhirnya memiliki trofi besar untuk melengkapi performanya yang gemilang.

1. Khadija Shaw (Manchester City)

Khadija Shaw sekali lagi membuktikan dirinya sebagai penyerang terbaik dunia. Dengan keunggulan delapan gol atas pesaing terdekatnya dan xG tertinggi di liga, ia meraih Sepatu Emas ketiganya secara beruntun sekaligus mengantarkan City meraih gelar juara. Meski dikabarkan akan pindah ke Chelsea musim depan, performanya musim ini menegaskan statusnya sebagai striker paling berbahaya di dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.