POSBELITUNG.CO, MEKKAH - Jemaah haji asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai membatasi aktivitas di luar hotel menjelang puncah ibadah haji 2026.
Kota Mekkah saat ini dibayangi cuaca ekstrem.
Suhu udara di sana diprediksi bisa mencapai 47 derajat Celsius.
Selain itu, Kota Mekkah siaga angin debu.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Center for Meteorology (NCM) menyampaikan peringatan dini potensi angin kencang disertai debu dan pasir beterbangan yang diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari.
Kepala Eksekutif NCM, Ayman Ghulam, mengatakan cuaca panas diprediksi berlangsung sejak awal Dzulhijjah hingga Hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah.
Suhu maksimum diperkirakan berada di kisaran 44 hingga 47 derajat Celsius, sementara suhu minimum berkisar 28 sampai 31 derajat Celsius.
“Kondisi cuaca diperkirakan panas hingga sangat panas dengan angin permukaan yang cukup kuat dan dapat memicu debu serta pasir beterbangan,” ujar Ghulam dikutip dari Saudi Gazette, Senin (18/5/2026).
Menurut NCM, kelembapan udara diperkirakan berada pada kisaran 10 hingga 40 persen dengan arah angin dominan dari barat daya hingga barat laut berkecepatan 15 sampai 40 kilometer per jam.
Cuaca panas juga diprediksi masih berlangsung pada fase puncak ibadah haji mulai Hari Arafah hingga 13 Dzulhijjah.
Pada periode itu, suhu maksimum diperkirakan berkisar 42 hingga 44 derajat Celsius dengan kelembapan udara dapat mencapai 55 persen.
Selain itu, NCM turut memperingatkan potensi badai petir di wilayah dataran tinggi Taif yang dampaknya bisa meluas hingga kawasan situs suci.
Kondisi tersebut berpotensi memicu angin turun atau downdraft yang memperparah debu dan pasir di sekitar Mekkah.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Arab Saudi menyiapkan sistem pemantauan cuaca modern berbasis radar, citra satelit, hingga model numerik cuaca.
Pemantauan dilakukan di Mekkah, Madinah, kawasan suci hingga jalur yang dilalui jemaah.
Sistem itu didukung 59 stasiun cuaca otomatis, 19 stasiun bergerak, tiga radar tetap, satu radar bergerak, serta sejumlah stasiun observasi atmosfer lapisan atas.
Salat di Hotel
Di sisi lain, cuaca panas ekstrem mulai dirasakan langsung para jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Seorang jemaah asal Pangkalpinang, Hery (57), mengatakan suhu di Mekkah dalam beberapa hari terakhir terasa sangat menyengat, terutama pada siang hari.
“Cuaca di Mekkah sekarang memang sangat panas. Banyak jemaah akhirnya melaksanakan salat Zuhur sampai Ashar di hotel saja,” ujar Ketua Regu 29 Rombongan 8 Kloter 7 itu kepada Bangkapos.com, Selasa (20/5/2026).
Menurut Hery, kondisi tersebut diperparah dengan jarak hotel menuju Masjidil Haram yang cukup jauh, yakni sekitar tiga kilometer.
Untuk menuju masjid, jemaah harus menggunakan bus yang disediakan.
Namun, padatnya jemaah dari berbagai negara membuat akses transportasi tidak selalu mudah.
Tak sedikit jemaah akhirnya memilih berjalan kaki menuju Masjidil Haram.
“Kadang harus menunggu lama, bahkan bus tidak datang. Akhirnya ada yang jalan kaki. Kalau jalan bisa sampai 35 menit,” katanya.
Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah lanjut usia.
Banyak lansia memilih tetap berada di hotel demi menjaga stamina menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
“Kalau jalan kaki ke masjid juga tidak sanggup karena jaraknya lumayan jauh. Jadi banyak yang memilih ibadah di hotel,” ungkapnya.
Hery mengatakan sebagian jemaah baru menuju Masjidil Haram saat waktu Magrib atau Isya ketika suhu mulai turun dan kondisi lebih nyaman.
“Biasanya kalau mau ibadah di Masjidil Haram pas Magrib atau Isya karena cuaca sudah agak dingin,” ujarnya.
Tak hanya memicu kelelahan, cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat juga mulai berdampak pada kesehatan jemaah.
Hery mengaku saat ini dirinya tengah mengalami flu, sementara banyak jemaah lain mengalami batuk dan pilek.
“Banyak juga yang batuk pilek, termasuk saya sekarang lagi flu. Mungkin karena perubahan cuaca dan aktivitas ibadah yang padat,” katanya.
Meski demikian, layanan kesehatan bagi jemaah disebut tetap tersedia.
Jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dapat memeriksakan diri ke tenaga medis dan dokter yang telah disiapkan.
Berada di Mekkah
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dewi Rosaria Indah, memastikan seluruh jemaah haji asal Babel saat ini dalam kondisi baik dan telah berada di Mekkah.
“Alhamdulillah sejauh ini semua jemaah dalam kondisi baik dan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit. Penyakit terbanyak hanya batuk, pilek dan demam biasa,” kata Dewi, Rabu (20/5/2026).
Ia mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi.
“Sekarang semua sedang persiapan untuk Armuzna, termasuk pemantapan manasik. Karena suhu di Mekkah bisa mencapai 46 derajat Celsius, jemaah diminta menjaga kesehatan,” pungkasnya. (t2/riu/kompas.com)