- Amerika Serikat menyatakan telah mengalihkan 90 kapal komersial dan menonaktifkan empat kapal lainnya.
Hal itu dilakukan dalam upaya menegakkan blokade terhadap pelayaran menuju dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui platform media sosial X pada (20/5/2026).
CENTCOM menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kapal mematuhi kebijakan blokade yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada (28/2/2026).
Serangan itu kemudian memicu respons balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai diberlakukan pada (8/4/2026) melalui mediasi Pakistan.
Namun, perundingan lanjutan di Islamabad dilaporkan gagal menghasilkan kesepakatan permanen antara kedua pihak.
Setelah itu, Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu.
Meski demikian, Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju atau keluar dari pelabuhan Iran melalui jalur strategis tersebut.
Gangguan aktivitas pelayaran di wilayah itu sejak konflik Iran pecah menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak, bahan bakar, dan gas global.