TRIBUNSTYLE.COM - Kabar mengejutkan datang dari perairan internasional Mediterania Timur. Seorang relawan kemanusiaan asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Angga Prasadewa (33), dilaporkan ditangkap oleh pihak Israel saat tengah berlayar membawa bantuan menuju Jalur Gaza, Palestina. Meski diselimuti rasa cemas dan kesedihan yang mendalam, sang ayah, Andi Hamzah (54), mengaku tetap menyimpan rasa bangga atas keberanian putranya.
Saat ditemui oleh awak media di kediamannya yang asri di Dusun Kariako, Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Andi Hamzah mencoba tegar. Di sebuah gazebo samping rumahnya yang menghadap langsung ke Jalan Poros Makassar-Palopo, ia mengenang kembali momen mengejutkan tersebut pada Selasa malam (19/5/2026).
“Perasaan saya waktu itu, saya terima. Tapi antara sedih dan bangga," kata Andi Hamzah di gazebo samping rumahnya yang berhadapan persis dengan Jl Poros Makassar-Palopo itu, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 19.41 Wita malam.
"Karena Angga berjuang dalam misi kemanusiaan. Saya serahkan ke Allah SWT,” imbuhnya.
Jiwa sosial Angga rupanya bukan tumbuh semalam. Menurut sang ayah, ketertarikan pria berusia 33 tahun itu pada dunia kemanusiaan sudah terpupuk sejak masa remaja, terutama saat ia menimba ilmu di Pondok Pesantren IMMIM Makassar.
“Sudah lama Andi Angga ini tertarik pada hal kemanusiaan. Mungkin karena anak saya ini enam tahun belajar di IMMIM Makassar. Di sana pengetahuan agamanya dibentuk,” katanya.
Baca juga: Darurat 9 WNI Diculik Israel, Prabowo Minta Bantuan Turki dan Yordania untuk Pembebasan Sandera
Perjalanan hidup Angga memang dipenuhi dengan adaptasi. Masa kecilnya dari TK hingga SD dihabiskan di Kota Palopo, sebelum akhirnya merantau untuk sekolah di Makassar dan melanjutkan kuliah di Universitas Cenderawasih, Papua. Setelah menyandang status alumni dari bumi Cendrawasih itulah, langkah kakinya di dunia kerelawanan semakin mantap.
“Pasca kuliah di Papua, Universitas Cenderawasih, selalu ikut kegiatan kemanusiaan,” jelas Andi Hamzah.
Misi ke Gaza kali ini ternyata bukanlah aksi pertama Angga untuk Palestina. Sebelumnya, ia sudah pernah terlibat dalam gerakan serupa. Tak hanya di kancah internasional, Angga juga selalu garda terdepan saat bencana melanda tanah air.
“Pasca bencana Aceh kemarin dia ikut rombongan. Termasuk banjir bandang di Luwu tahun 2024 lalu,” kata Andi Hamzah.
Bagi keluarga, melepas Angga ke medan konflik adalah bentuk ibadah. Pihak keluarga pun memberikan restu penuh atas pilihan hidup sang putra.
“Kami mendukung. Ini urusan yang diridhoi Allah SWT,” katanya.