Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengakui tantangan terbesar dalam pendataan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) adalah memastikan data penerima benar-benar akurat.

“Tantangan terbesar dalam pendataan penerima KJP di Jakarta adalah memastikan data penerima benar-benar akurat, mutakhir, dan tepat sasaran,” ujar Nahdiana di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, data penerima KJP saat ini terhubung dengan berbagai basis data sosial untuk memastikan bantuan pendidikan diterima oleh peserta didik yang membutuhkan.

Data penerima KJP saat ini terhubung dengan berbagai basis data sosial seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), data kependudukan Dukcapil, data kendaraan, hingga data kepemilikan aset.

Nahdiana memaparkan data-data tersebut diverifikasi bersama sekolah dan dinas pendidikan. Evaluasi juga dilakukan secara berkala agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.

Disdik DKI Jakarta juga memahami masih adanya masukan dari masyarakat terkait penerima KJP yang dinilai kurang tepat sasaran. Oleh sebab itu, setiap laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi ulang bersama sekolah dan pemadanan data lintas instansi.

“Jika ditemukan ketidaksesuaian, status penerima dapat dievaluasi kembali sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Dia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta terus mengevaluasi pengembangan program KJP agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

“Termasuk, mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran digital, perkembangan biaya pendidikan, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat agar manfaat program semakin optimal,” kata Nahdiana.