TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyalurkan tujuh ekor sapi bantuan kemasyarakatan untuk ibadah kurban Hari Raya Idul Adha di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Dari seluruh sapi tersebut, bobot paling berat mencapai 1,15 ton atau 1.150 kilogram.
Sapi jenis Limousin itu dibeli dari peternak Muh. Nur di Dusun Pendukuan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulbar, Nur Kadar, mengatakan seluruh sapi kurban Presiden telah melalui proses seleksi ketat.
Baca juga: Melihat Bagong, Sapi Kurban Hitam Pekat Berbobot Nyaris 1 Ton Milik Warga Pedanda Pasangkayu
Baca juga: Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden, Sapi Blecki di Polman Dimandikan 2 Kali Sehari
Seleksi dilakukan mulai dari bobot hingga kesehatan hewan.
“Benar, untuk Idul Adha tahun ini Bapak Presiden Prabowo memberikan bantuan kurban sebanyak 7 ekor sapi yang tersebar untuk tingkat provinsi dan kabupaten di Sulawesi Barat. Sapi terberat berbobot 1,15 ton,” kata Nur Kadar di Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar, Kamis (21/5/2026).
Nur Kadar menjelaskan, tujuh sapi kurban tersebut didistribusikan ke enam kabupaten di Sulawesi Barat.
Untuk tingkat provinsi Sulbar, sapi Limousin seberat 1.150 kilogram akan disembelih di Masjid Nurul Anhar, Lingkungan Tarambang, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju.
Di Kabupaten Polewali Mandar, sapi Simental seberat 1.053 kilogram akan disalurkan ke Masjid Jami Polewali.
Untuk Kabupaten Majene, sapi Brangus seberat 1.011 kilogram diperuntukkan bagi Masjid Dayyal Falah Pamboang.
Sementara di Kabupaten Mamasa, sapi Simental seberat 960,3 kilogram diserahkan ke Masjid An Nur Sumarorong.
Kabupaten Mamuju menerima sapi Brangus seberat 890 kilogram untuk Masjid Nurul Huda Tasiu.
Kabupaten Pasangkayu mendapat sapi Limousin seberat 830 kilogram untuk Masjid Nurul Huda Pasangkayu.
Sedangkan Kabupaten Mamuju Tengah menerima sapi Limousin seberat 820 kilogram yang akan disembelih di Masjid Baitussa’adah.
Nur Kadar menyebut sebagian besar sapi kurban Presiden berasal dari peternak di Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar.
Empat dari tujuh sapi dengan bobot besar di atas 900 kilogram hingga lebih dari satu ton berasal dari wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulbar memastikan seluruh sapi telah diperiksa kesehatannya.
Pemeriksaan dilakukan untuk menjamin daging kurban aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) sebelum dibagikan kepada masyarakat.
“Kami terus memantau kondisi kesehatan dan proses pengiriman ke masing-masing masjid penerima agar pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar,” pungkas Nur Kadar. (*)