BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebanyak 1.678 santri dan santriwati Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengikuti wisuda XXXVIII di halaman Taman Dwi Warna Barabai. Kamis, (21/05/2026).
Ribuan peserta dari berbagai kecamatan itu tampak didampingi orang tua dan para ustaz-ustazah dalam prosesi wisuda yang berlangsung khidmat.
Kegiatan tersebut digelar dengan mengusung tema menyiapkan generasi Qur’ani menuju masa depan gemilang.
Bupati HST, Samsul Rizal, mengatakan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an sejak usia dini menjadi benteng penting bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh negatif media digital.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya soal pendidikan formal, tetapi juga bagaimana membangun karakter dan akhlak sejak kecil.
Baca juga: KPU HST Gandeng Kejaksaan, Perkuat Antisipasi Sengketa Pemilu
"Anak-anak sekarang menghadapi tantangan zaman yang berbeda. Karena itu, pendidikan Al-Qur’an menjadi pondasi penting agar mereka punya pegangan moral dan spiritual yang kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan wisuda TPA bukan akhir dari proses belajar mengaji, melainkan awal untuk terus mendalami isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati juga meminta peran orang tua tidak berhenti setelah anak diwisuda. Pendampingan di rumah dinilai penting agar kebiasaan membaca Al-Qur’an tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk terus mendukung program pendidikan Al-Qur’an melalui sinergi bersama BKPRMI, LPPTKA, dan para pengajar TPA di seluruh wilayah HST.
“Ilmu yang didapat jangan hanya dibaca, tapi juga diamalkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Samsul Rizal turut menyampaikan apresiasi kepada para ustaz dan ustazah yang selama ini membimbing para santri.
Ia menyebut pengabdian para guru mengaji memiliki peran besar dalam mencetak generasi religius di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).